16 Ribu Lebih Jiwa Terdampak Banjir di Kabupaten Majalengka

by -14 views

TIMESINDONESIA, MAJALENGKA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat mencatat sebanyak 16.840 jiwa atau 6.070 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana banjir di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Satu diantaranya meninggal dunia.

Jumlah tersebut dari 24 desa yang tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Majalengka. Diantaranya, Kecamatan Kadipaten, Panyingkiran, Kasokandel, Sumberjaya, Kertajati, Jatitujuh, Dawuan, Ligung dan Cigasong.

“Ini berdasarkan data yang dihimpun Pusdalops PB BPBD Majalengka per tanggal 10 Februari 2021, pukul 09.00 WIB,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Majalengka, Reza Permana, Rabu (10/2/2021).

Sementara untuk kerugian materil akibat banjir tersebut, Reza menyebutkan sebanyak 54 blok, 6.287 rumah, 7 kantor pemerintahan, 34 fasilitas peribadatan, 23 fasilitas pendidikan, 5 fasilitas kesehatan, 1 pasar dan 1 pembakar sampah serta 802 hektare area persawahan.

Reza menjelaskan banjir terjadi akibat hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Majalengka sejak beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah terendam banjir dengan ketinggian mencapai 20 sentimeter hingga 1 meter lebih.

Ia mengatakan hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur wilayah Majalengka sejak Sabtu, 6 Februari 2021 malam mengakibatkan air sungai meluap dan banjir mulai terjadi pada Minggu, 8 Februari 2021 siang.

“BPBD Kabupaten Majalengka melaporkan saat ini kondisi banjir di 8 kecamatan sudah surut. Kendati demikian, BPBD masih mengaktifkan pos komando dan Dinas Sosial Majalengka mendirikan dapur umum,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan pembersihan di tempat fasilitas umum bersama unsur TNI, Polri dan sekaligus penyemprotan disinfektan serta terus melakukan pemantauan di bendung rentang dan bendung kamun.

“Untuk update sementara, bendung Rentang dan bendung Monjot terpantau aman. Namun kami tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga untuk menghadapi berbagai kemungkinan, terkait musim penghujan yang terjadi dan implikasinya,” imbaunya. (*)

Sumber Berita Selengkapnya…