9 Orang Positif Covid-19, New Normal di Kuningan Ditunda

by -9 views

TIMESINDONESIA, KUNINGAN – Bupati Kuningan Acep Purnama menyampaikan penundaan kebijakan Adapatasi Kebiasaan Baru (AKB). Pemkab Kuningan akan melanjutkan dengan penerapan disiplin protokol kesehatan yang diperketat atau dengan adanya opsi Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).

Hal itu dilakukan, karena dari 390 spesimen Swab massal tahap pertama yang dilaporkan ke Labkesda Provinsi Jawa Barat. Di Kabupaten Kuningan terdapat 9 orang dinyatakan positif aktif Covid-19.

Menurut Bupati Acep Purnama, dengan kondisi seperti itu tentunya penerapan disiplin protokol kesehatan harus diperketat. Selain itu adanya PSBM di beberapa titik yang disinyalir sebagai wilayah rawan penyebaran Covid-19.

“Ini dilakukan dalam rangka penyelamatan masyarakat. Kita semuanya bekerja keras agar Covid-19 segera selesai, setelah berakhirnya PSBB Jabar tanggal 26 Juni. Sebenarnya Pemkab akan mengeluarkan kebijakan baru hasil penggodokan menuju new normal/ AKB,” kata Acep.

Bahkan,  pihaknya sendiri sempat membayangkan bahagianya masyarakat dalam menyongsong new normal dalam arti sebenarnya.

“Kemarin sempat kita nyatakan nol kasus, namun hari ini dengan sangat terpaksa kami harus buka bahwa acuan kami dari hasil swab massal itu,  kita ada penambahan kasus positif. Saya sebagai kepala daerah dan ketua gugus tugas selalu memotivasi agar gugus tugas transparan dan menyampaikan apa adanya terkait situasi di Kuningan,” ujarnya.

Dirinya mengaku tidak malu terkait adanya perubahan zona di Kuningan. Karena menurutnya lebih baik transparan daripada berbohong kepada masyarakat.

“Kita telah maksimal melakukan upaya penanganan Covid-19 ini. Adapun hasil yang didapat itu kehendak Yang Maha Kuasa,” ucapnya.

Dengan adanya perubahan kebijakan ini, Acep menyampaikan, Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kuningan akan mengambil beberapa kebijakan dengan penerapan disiplin protokol Covid-19 yang diperketat pengawasannya.

“Keputusan sebelumnya tetap berjalan, namun ada peninjauan ulang terkait jam operasional di tempat-tempat keramaian dan pengawasan protokol kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Dia mengatakan, posko penegakkan disiplin protokol kesehatan tetap akan didirikan bahkan ditambah di beberapa tempat keramaian seperti di lokasi wisata, swalayan, Pasar-pasar dan sebgaianya.

“Kalau masyarakat bisa melaksanakan disiplin protokol kesehatan seperti memkaai masker, menjaga jarak (social distancing) dan menghindari kerumunan, kita akan tetap menerapkan seperti saat ini. Namun jika masyarakat semakin acuh terhadap protokol itu,  kami tidak mustahil akan kembali menerapkan PSBB atau KWP seperti sebelumnya,” ucap Acep Purnama Bupati Kuningan. (*)

Selengkapnya…