ABK WNI Sandera Houti Diperlakukan Baik

by -11 views

Jamaninfo, Jakarta: Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) milik perusahaan Persatuan Emirat Arab (PEA), berinisial SHP, yang disandera oleh Kelompok Houti, Yaman, dalam kondisi aman dan mendapatkan perlakuan baik.

“Yang bersangkutan tinggal di hotel, dikasi makan, mendapatkan perlakuan baik (dari penyandera-red)” ungkap Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha dalam pengarahan pers, Kamis (13/1/2022), di Gedung Palapa Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta.

Meski tidak menyebut secara detail lokasi penyanderaan, namun Judha memastikan SHP diberi ijin untuk menghubungi keluarganya.

“Lokasi tidak dapat disampaikan. Yang bersangkutan diijinkan untuk berkomunikasi dengan keluarga,” tambahnya.

Judha menyebut, pemerintah Indonesia meminta pertanggungjawaban sepenuhnya dari pihak perusahaan terkait penyelamatan SHP.

“Kita sudah berkoodinasi dengan KBRI kita di Abu Dhabi, karena kapal ini berbendera Abu Dhabi dan perusahaan milik PEA. Jadi, kita mendorong tanggungjawab pihak pemilik kapal untuk bisa melakukan langkah-langkah keselamatan. Bekerja sama juga dengan pihak UAE, berkoordinasi juga dengan KBRI di Muscat, karena Yaman kita sudah tidak memiliki KBRI. Kita cover wilayah Yaman dari KBRI di Muscat dan kita juga koordinasi dengan KBRI di Riyadh,” papar Direktur PWNI dan BHI.

Penyanderaan terhadap SHP dan 10 ABK warga negara asing lainnya, diyakini syarat akan adanya konselasi politik.

“Untuk kasus ini (SHP) tidak ada tuntutan apapun terkait dengan tebusan. Kita sedang mengupayakan untuk proses pemulangan secepatnya. Tapi, kita pahami ada konselasi politik,” tegas Judha Nugraha.

SHP diketahui merupakan Chief Officer kapal berbendera Abu Dhabi, yang hingga kini masih simpang siur terkait jenis muatan kapal.

“Masih simpang siur isi kargonya seperti apa. Ada yang bilang berisi peralatan medis, ada juga yang mengatakan itu peralatan militer. Dalam konteks ini kita tidak masuk ke arah sana. Karena, fokus kita adalah menyelamatkan ABK kita dan memulangkan ABK. Kita tidak ingin masuk ke ranah konflik yang sedang berlangsung,” pungkas Judha Nugraha.

SHP dan 10 warga negara asing yang bekerja sebagai ABK di kapal milik perusahaan PEA, disandera oleh Kelompok Houti, Yaman, pada Rabu (05/01/2022). (Foto:RetnoMandasari/RRI).

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.