Angka Kematian Bayi di Afrika Terbesar Global

by -15 views

Jamaninfo, California: Para ibu di negara-negara Afrika tertentu memiliki kemungkinan 100 kali lebih besar melahirkan dan kemudian bayinya meninggal daripada ibu di negara berpenghasilan tinggi, yang menjadi sebuah ketimpangan sangat besar.

Inilah yang dilakukan Diego Alburez-Gutierrez (Peneliti di Max Planck Institute for Demographic Research (MPIDR) di Rostock, Jerman), Emily Smith-Greenaway (Peneliti di USC Dornsife College of Letters, Arts and Sciences di Los Angeles dan Peneliti Tamu di MPIDR), dan rekan penulis dalam temuan yang diterbitkan di BMJ Global Health.

“Kami menawarkan estimasi global pertama atas jumlah kumulatif kematian anak yang dialami oleh ibu-ibu berusia antara 20 dan 49 tahun, di 170 negara,” kata Smith-Greenaway, seperti dikutip dari Medical Xpress, Rabu (7/4/2021).

Awalnya, dia dan kolaboratornya melakukan penelitian dengan memanfaatkan banyak data survei yang tersedia untuk publik, dikumpulkan antara 2010 dan 2018, untuk menghitung proporsi ibu yang pernah kehilangan bayinya di 89 negara.

“Inovasi penelitian kami terletak pada kenyataan bahwa kami berkembang melampaui 89 negara ini dan memberikan perkiraan bagi mereka yang tidak memiliki data terkini, yang mewakili survei nasional dengan memanfaatkan pendekatan tidak langsung baru yang menggabungkan model kekerabatan formal dan metode tabel kehidupan,” kata Alburez- Gutierrez. 

“Itu memungkinkan kami untuk menawarkan pandangan menyeluruh tentang kematian di seluruh dunia.” 

Perkiraan yang dihasilkan untuk 81 negara tambahan ini dapat diinterpretasikan, seperti estimasi dalam survei.

Ketidaksetaraan internasional dalam pengalaman ibu atas meninggalnya seorang anak akan tetap ada setelah perbaikan awal dalam kondisi kematian bayi dan anak, mengingat riwayat demografis populasi yang bervariasi. Di tujuh negara yang paling sedikit terkena dampak, termasuk Jepang, Finlandia, dan Spanyol, kurang dari 5 per 1.000 ibu berusia antara 20 dan 44 tahun pernah kehilangan anak di bawah usia satu tahun. Di Jerman, hanya 6 dari 1.000 ibu yang pernah kehilangan bayi.

Di 34 negara, sebagian besar di Afrika, lebih dari 150 per 1.000 ibu pernah mengalami kematian bayi. Itu berarti ibu di negara-negara ini lebih dari 30 kali lebih mungkin mengalami kematian anak dibandingkan ibu di tujuh negara dengan jumlah terendah. Selain itu, di 16 negara — semuanya terletak di sub-Sahara Afrika dan Timur Tengah — lebih dari 200 per 1.000 ibu telah kehilangan seorang bayi.

Hal ini memprihatinkan bahwa bagian dunia yang beban kumulatif kematian anak terberat bagi para ibu juga merupakan tempat yang paling sedikit diketahui tentang implikasi sosial, ekonomi, relasional, dan kesehatan dari kematian anak bagi ibu. 

“Kami berharap pekerjaan ini akan menekankan bahwa upaya lebih lanjut untuk menurunkan kematian anak tidak hanya akan meningkatkan kualitas dan umur hidup anak-anak di seluruh dunia, tetapi juga secara fundamental akan meningkatkan kehidupan orang tuanya,” kata Smith-Greenaway.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…