Angka Pravalensi Stunting di Buleleng Menurun

by -17 views

Jamaninfo, Singaraja: Angka prevalensi stunting di Kabupaten Buleleng diklaim mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pada akhir tahun 2019, angka stunting turun menjadi 18,84 persen sementara pada tahun 2020 menjadi 7,2 persen. Dalam kurun waktu 2 tahun penurunan angka prevalensi stunting sebesar 12,85 persen.

Meski mengalami penurunan, angka ini masih tergolong cukup tinggi. Pemkab Buleleng membuat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022 dengan menargetkan prevalensi stunting turun di angka 3 persen atau 4 persen.

Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Bappeda Kabupaten Buleleng, Putu Arimbawa mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting secara signifikan dan merata di seluruh desa.

Maka itu pemerintah akan bekerja bersama stakeholder terkait mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Walaupun sudah mengalami penurunan, angka ini masih tergolong cukup tinggi. Oleh karena itu, mulai tahun 2019 Kabupaten Buleleng dijadikan sebagai salah satu Kabupaten/Kota lokus percepatan penanganan stunting di Indonesia,” ungkapnya.

Bappeda juga mengoptimalisasi Peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) guna percepatan penurunan stunting. Diharapkan KPM dapat berperan lebih banyak lagi terutama dalam memfasilitasi konvergensi pencegahan stunting di desa atau kelurahan utamanya melalui pemantauan sasaran rumah tangga pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Hal itu diharapkan dapat menghasilkan suatu gerakan yang terkoordinasi, terintegrasi, konvergen dan simultan dalam upaya mempercepat penurunan stunting.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.