Anies Baswedan Paparkan Tiga Hal DKI Jakarta Antisipasi Banjir. Apa Saja?

by -11 views

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan, sejak musim penghujan tiba, seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta bersama masyarakat, berkerja sama, berkolaborasi melakukan langkah antisipasi banjir dan mitigasi terhadap potensi banjir dan genangan yang terjadi.

“Kita berusaha mengantisipasi musim hujan dengan mengupayakan tiga hal, yakni Siaga, Tanggap, Galang,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (8/2/2021).

Tiga hal itu lanjut Gubernur, yakni Siaga, yakni seluruh jajaran memantau kondisi curah hujan yang ada di kawasan pegunungan. Jika terjadi hujan deras di wilayah hulu, wilayah Jakarta yang dilintasi 13 sungai mendapatkan peringatan dini dari BPBD Provinsi DKI Jakarta.

Kedua tanggap, program Gerebek lumpur sudah berlangsung sejak tahun kemarin masih terus berjalan. Pengerukan waduk dan situ di Jakarta juga rutin dikerjakan.

Kemudian pembersihan sendimentasi di saluran-saluran dikerjakan dengan massif, lalu kegiatan membangun sumur vertikal untuk drainase, memastikan semua pompa air berfungsi dengan baik.

“Karena kita memiliki lebih dari 50 rumah pompa, hal lain adalah pengendalian pintu pintu air, jadi seluruh persiapannya sudah dikerjakan sejak tahun lalu. Supaya saat musim hujan datang kita posisinya siaga, dan tanggap,” ujarnya.

Ketiga, menggalang berbagai pihak, berkolaborasi melakukan langkah antisipisasi dan mitigasi terhadap potensi banjir dan genangan yang terjadi.

Dinas SDA siaga dengan pompa-pompa mobile, Dinas Gulkarmat sigap mengevakuasi warga dari lokasi-lokasi yang terendam, Dinas Sosial yang telah menyiapkan dapur darurat, serta relawan dari berbagai LSM.

“Hari ini bendungan Katulampa sempat mengalami ketinggian air hingga siaga dua, di Depok juga begitu. Lalu kita pantau di Manggarai, alhamdulillah, dengan koordinasi baik antar pintu air, di Jakarta kondisinya terkendali,” jelasnya.

Lebih lanjut Gubernur Anies menerangkan, target di Jakarta untuk mengendalikan volume air hujan. Bila curah hujan dibawah 100mm, masih dalam kapasitas drainase kita dan harus bisa terkelola dengan baik.

Bila dalam kondisi curah hujan ekstrem diatas 100mm, kita targetkan dalam waktu enam jam harus bisa menanggulangi genangan hingga surut.

“Kita harus tetap waspada karena musim hujan belum selesai, seluruh jajaran kita semuanya bersiap, baik dari pintu Katulampa, Depok, Manggarai, hingga ke semua pintu air lainnya di Jakarta. Teman-teman bisa ikut memantau lewat Pantau Banjir di aplikasi JAKI dan laporkan genangan lewat JakLapor. Bila membutuhkan pertolongan atau kedaruratan hubungi Jakarta Siaga 112,” ujar Gubernur Anies Baswedan. (*)

Sumber Berita Selengkapnya…