Anies: Penggunaan Aplikasi JAKI dan PeduliLindungi Kendor

by -18 views

Jamaninfo, Jakarta: Gubernur Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan penggunaan aplikasi JAKI dan PeduliLindungi jelang PPKM Level 3 di Ibukota mulai kendor.

Hal itu menurutnya disebabkan karena masyarakat, maupun petugas sudah merasa aman sehingga protokol pengecekan dini Covid-19 itu cenderung tak ketat seperti di awal penerapan.

“Rasanya sudah aman, sehingga masuk mal udah masuk aja. Nanti rombongan lima orang, tiga di scan, dua engga. Ini kan praktik di lapangan mulai kendor begini,” jelas Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (26/11/2021).

Tak hanya itu, Pemda juga menemukan contoh kasus sistem aplikasi yang down pada suatu tempat. Dengan kondisi demikian, maka prosedeur guna mencegah penularan Covid-19 itu tidak dilakukan.

“Ada juga tempat yang ketika aplikasinya gak jalan, lalu ia sistemnya Down. Ya jangan, sistemnya harus semua orang diperiksa,” ungkapnya.

Anies menegaskan, kondisi ini menjadi tantangan pihaknya untuk terus mendisplinkan penerapan prokes. Untuk itu ia mengimbau agar seluruh masyarakat maupun tempat usaha untuk benar-benar melakukan screening dengan aplikasi JAKI atau PeduliLindungi, tak terkecuali.

“Jadi imbauannya, semua fasilitas kembali mendisiplinkan, kalau ada orang masuk harus scan, kalau ada orang keluar juga harus scan sehingga masyarakat merasa aman datang sebuah tempat karena tau semua sudah terdeteksi menggunakan sistem peduli lindungi yang ada,” paparnya. 

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengumumkan bakal menerapkan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia pada libur Natal 2021 dan tahun baru 2022.

Pembatasan dimulai, pada 24 Desember – 2 Januari 2021. Keputusan itu diambil untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.