AS Kirim Kapal Perang ke Laut Hitam

by -16 views

Jamaninfo, Jakarta: Amerika Serikat mempertimbangkan mengerahkan sejumlah kapal perang ke Laut Hitam dalam beberapa pekan ke depan.

Mengutip CNN, Jumat (9/4/2021), langkah tersebut dilakukan AS sebagai bentuk dukungan terhadap Ukraina yang terintimidasi oleh peningkatan kehadiran tentara Rusia di perbatasan kedua negara.

Angkatan Laut AS memang beroperasi secara rutin di Laut Hitam. Namun, seorang pejabat pertahanan AS menuturkan pengerahan kapal perang ke kawasan itu saat ini menjadi pesan khusus bagi Moskow bahwa Washington memantau ketat pergerakan militer mereka.

AS memiliki 14 hari untuk mengirim pemberitahuan kepada Turki jika memang akan mengirimkan sejumlah kapal militer ke Laut Hitam. 

Hal itu sesuai dengan Traktat 1936, di mana Turki yang memiliki wewenang terkait siapa saja yang masuk ke perairan itu.

Pejabat Pentagon juga mengatakan Angkatan Laut AS akan menerbangkan sejumlah pesawat pengintai di wilayah udara internasional di atas Laut Hitam demi memantau aktivitas Angkatan Laut Rusia dan setiap pergerakan pasukannya di Crimea.

Dua pesawat pengebom B-1 AS melakukan misi patroli di atas Laut Aegea.

Meski AS tidak melihat pengerahan pasukan Rusia ke perbatasan dekat Ukraina sebagai tindakan yang mengancam, pejabat Pentagon mengatakan Washington bisa segera menanggapi jika ada perubahan ancaman di kawasan itu.

Sejauh ini, AS menilai pasukan Rusia tersebut sedang melakukan pelatihan militer. Sampai saat ini, intelijen AS belum mendapat sinyal terkait perintah militer apa pun dari Rusia terkait manuver mereka di perbatasan dekat Ukraina.

Namun, juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, mengatakan manuver tentara Rusia di perbatasan dekat Ukraina sangat mengkhawatirkan.

Pasukan Rusia dilaporkan mendekati wilayah Donetsk dan Lugansk di timur Ukraina. 

Menurut laporan intelijen Ukraina, pasukan Rusia dan pemberontak memperkuat koordinasi dan diperkirakan bakal menggelar serangan pada pertengahan April.

Kekerasan di kawasan timur Ukraina yang dikuasai pemberontak Pro-Rusia kembali meletup pada pekan ini. 

Dilaporkan 20 tentara Ukraina meninggal dan 57 lainnya terluka dalam kontak senjata dengan pemberontak sejak awal 2021.

Padahal, kedua belah pihak sudah meneken perjanjian gencatan senjata. Namun, kesepakatan itu dinilai rapuh. (MDS)

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…