AS Minta Rusia Jelaskan Soal Penumpukan Pasukannya

by -14 views

Jamaninfo, Washington: Departemen Pertahanan AS pada Selasa (6/4/2021) meminta Rusia menjelaskan niatnya mengenai penumpukan pasukan militer di sepanjang perbatasan tenggara Ukraina dan di Krimea.

Juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan Rusia belum mengumumkan, seperti biasanya, bahwa itu adalah latihan, menyiratkan niatnya yang ambigu dan memicu ketegangan di wilayah tersebut.

“Kami menyerukan kepada Rusia untuk memperjelas niat mereka tentang apa yang mereka lakukan dengan serangkaian pasukan di sepanjang perbatasan,” kata Kirby kepada wartawan dalam sebuah penjelasan singkat, seperti dikutip dari France 24, Rabu (7/4/2021).

“Yang penting adalah … mengurangi ketegangan di sepanjang perbatasan itu,” kata Kirby.

Menurutnya, semua pihak harus mematuhi perjanjian Minsk 2014-2015 tentang konflik Ukraina dengan pemberontak yang berpihak pada Rusia, “dan menurunkan suhu dan untuk deeskalaasi,” tambahnya.

Kirby tidak memberikan rincian apa pun tentang apa yang diketahui Amerika Serikat tentang penempatan pasukan tersebut. Video yang belum dikonfirmasi di media sosial menunjukkan sejumlah besar kendaraan militer Rusia dan kendaraan lapis baja sedang diangkut atau diangkut ke daerah tersebut.

Kirby mengatakan kekhawatiran terbesar AS adalah meningkatnya kehadiran Rusia di perbatasan tenggara Ukraina dan di Krimea, wilayah Ukraina yang direbut Moskow pada 2014.

“Kami terus melihat pasukan Rusia berkumpul di sepanjang perbatasan dengan Ukraina, di Krimea, khususnya, lebih ke arah tenggara, dan kami memantau itu dengan sangat, sangat dekat,” katanya.

Pada hari Senin, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan Washington tetap sangat prihatin tentang “meningkatnya agresi Rusia di timur Ukraina.”

“Pada tingkat pemerintahan tertinggi, secara harfiah, di berbagai institusi, kami telah mengirimkan pesan itu dengan sangat jelas kepada mitra Ukraina kami, dan secara implisit juga kepada Rusia, bahwa kami mendukung Kiev, kami mendukung mitra kami Ukraina, di hadapan intimidasi dan agresi ini,” kata Price.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…