Atasi Lonjakan, Kemenkes Siagakan Relawan dan Nakes

by -20 views

Jamaninfo, Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap menyiagakan tenaga kesehatan dan relawan meski angka kasus penularan virus corona telah menurun.

Hal itu menurut Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Kesehatan Kirana Pritasari,  guna mengantisipasi kemungkinan kasus penularan covid-19 melonjak kembali.

“Kami memang menyiagakan untuk periode di mana banyak hari libur karena pengalaman lalu di saat libur panjang itu kemudian terjadi peningkatan kasus,” kata  Kirana dalam keterangan pers secara virtual, Senin (27/9/2021).

Kirana mengatakan kemenkes saat ini sedang mendata sumber daya manusia (SDM) di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fayankes) serta jumlah pasien yang dilayani guna memperhitungkan jumlah tenaga kesehatan dan relawan yang perlu disiagakan guna mengantisipasi kemungkinan terjadi lonjakan kasus covid-19.

“Sedang dilakukan asesmen di semua fasyankes yang merekrut relawan untuk benar-benar kita bisa mendapatkan kondisi SDM saat ini dan jumlah pasien yang dilayani,” ujar Kirana.

Kirana mengungkapkan meski sudah mulai mengurangi relawan penanganan covid-19, namun rumah sakit yang berada di bawah Kementerian Kesehatan tetap menyiagakan tenaga kesehatan untuk menghadapi kemungkinan terjadi peningkatan pasien covid-19.

“Tenaga kesehatan dan relawan, juga disiagakan di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Jakarta,” ungkap Kirana. 

Kementerian Kesehatan, lanjut Kirana, juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya dalam menyiagakan tenaga kesehatan dan relawan di RSDC Wisma Atlet.

“Sehingga bila terjadi peningkatan kasus kita tidak mengalami kesulitan seperti yang lalu,” katanya.

Kementerian Kesehatan telah merekrut lebih dari 7.000 relawan untuk mendukung penanggulangan Covid-19 dan saat ini masih ada sekitar 4.300 relawan yang aktif bertugas.

Lebih lanjut,  Kirana mengatakan telah membayarkan sebesar Rp7,4 triliun insentif tenaga kesehatan dari Januari sampai dengan September 2021. Dimana alokasi anggaran untuk insentif dan santunan kematian nakes di tahun ini sebesar Rp9,078 triliun.

“Secara total pada tahun 2021 ini, sudah dialokasikan (insentif tenaga kesehatan dan santunan kematian) sebesar 9,078 triliun dan sudah dibayarkan sekitar 7,4 triliun,” jelasnya.

Kirana mengatakan pembayaran insentif ini diberikan kepada lebih dari 940.000 nakes yang menjadi tanggung jawab Kemenkes. 

“Untuk insentif tenaga kesehatan selama periode Januari hingga September, telah diberikan insentif kepada lebih dari 940.000 tenaga kesehatan, yang ini menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan,” ujar Kirana.

Sementara, kata Kirana, untuk nakes di Fasilitas Kesehatan Daerah dibayarkan oleh Pemerintah Daerah.

“Sedangkan untuk Fasyankes daerah Pemda, dibayarkan oleh pemerintah daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Pusat Kesehatan TNI Kolonel Laut (K) dr. RM Tjahja Nurrobi mengatakan bahwa jumlah petugas yang akan disiagakan di RSDC Wisma Atlet sudah diperhitungkan.

“Perhitungan kami paling tidak pada saat nanti di akhir tahun itu kita masih bisa mempunyai kurang lebih sekitar 1.500 (petugas) kalau nanti disetujui PPSDM Kementerian Kesehatan,” kata Nurrobi. 

“Seandainya ada lonjakan-lonjakan, 1.500 orang ini kita bisa siap siagakan sambil menunggu perbantuan perkuatan dari PPSDM untuk mengumpulkan relawan-relawan yang sudah menjadi mitra dari PPSDM dan RSDC Wisma Atlet,” tandas Nurrobi.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.