Bangunan Sekolah Rapuh, Delapan Siswa Lebak Terluka

by -11 views

Jamaninfo, Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak melaporkan sebanyak delapan siswa mengalami luka ringan akibat terkena puing-puing bangunan sekolah rapuh dan rusak berat saat melakukan aktivitas belajar mengajar.

Kejadian ini terjadi setelah cuaca ekstrem melanda delapan Kecamatan di wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada Selasa, (23/11) pukul 04.00 WIB.

Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi yang berujung pada meluapnya Sungai Rambut serta memicu terjadinya longsor dan angin kencang di beberapa titik. Kedelapan titik lokasi bencana tersebut berada di Kecamatan Cigemblong, Kecamatan Maja, Kecamatan Bojongmanik, Kecamatan Wanasalam, Kecamatan Cikulur, Kecamatan Cihara, Kecamatan Cibeber, dan Kecamatan Panggarangan.

Selain itu, BPBD Kabupaten Lebak mencatat terdapat 44 KK menjadi korban terdampak dengan kerugian material berupa 35 unit rumah terendam banjir, 9 rumah mengalami rusak dengan tingkat beragam dari ringan hingga berat, 1 unit sepeda motor rusak dan 2 ruas jalan harus terputus akibat longsor.

Merespon peristiwa ini, BPBD Kabupaten Lebak menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk menyambangi lokasi terdampak dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk segera memberikan penanganan. BPBD Kabupaten Lebak bersama dinas PU Provinsi telah menurunkan alat berat ke ruas jalan warung Cibeber, Banten untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan dan pembersihan puing-puing material bangunan pada sekolah yang roboh.

Laporan Cuaca BMKG memperkirakan, cuaca Kabupaten Lebak untuk tiga hari ke depan mulai Kamis (25/11) hingga Sabtu (27/11) akan didominasi berawan dan hujan ringan hingga sedang.

Sementara itu, untuk wilayah Provinsi Banten, BMKG telah mengeluarkan informasi peringatan  dini untuk waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Kabupaten Lebak bagian Utara dan Timur, Kabupaten Pandeglang bagian Utara, Kabupaten Serang bagian Timur, Kota Serang, Kabupaten Tangerang bagian Tengah dan Selatan, serta Kota Tangerang Selatan.

Sedangkan pantauan analisa risiko bencana melalui InaRISK, wilayah Kabupaten Lebak terdapat 28 Kecamatan yang memiliki potensi mengalami cuaca ekstrim dengan tingkat resiko sedang hingga tinggi.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D. mengingatkan masyarakat dan pemerintah di tingkat Kabupaten / Kota maupun yang lebih kecil Kecamatan / Desa untuk selalu waspada terhadap bahaya cuaca ekstrim yang dapat memicu bencana hidrometeorologi basah berupa tanah longsor, banjir hingga angin kencang di tengah fenomena La Nina.

“Mitigasi bencana dapat dilakukan dengan cara memantau debit air Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk potensi banjir, terasering pada lereng yang berpotensi longsor, dan pengendalian pemanfaatan ruang terbuka untuk daerah resapan air,” kata Abdul Muhari dalam siaran pers BNPB yang diterima RRI.co.id, Kamis (25/11/2021). (foto: BNPB)

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.