Cara Menghindari Gejala Stroke di Usia Muda

by -15 views

Jamaninfo, Samarinda: Tanggal 29 Oktober setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Stroke Sedunia. Momen tahunan ini dimulai pada tahun 2006 oleh WSO yang telah menyatakan bahwa stroke sebagai kesehatan masyarakat darurat pada tahun 2010.

Hari Stroke Sedunia adalah kesempatan untuk meningkatkan kesadaran akan sifat serius dan tingkat tinggi stroke, berbicara tentang pencegahan dan pengobatan, dan memastikan perawatan dan dukungan yang lebih baik bagi para penyintas.

Mengutip dari laman strokesociety.id, penyakit stroke dapat menyerang siapapun baik tua dan muda. Bahkan sering penyakit ini muncul tanpa disadari. Kemunculan penyakit ini secara perlahan disebut sebagai silent stroke. Silent stroke adalah penyakit stroke yang muncul secara mendadak.

Penyakit ini memiliki beberapa gejala seperti mati rasa di wajah atau lengan, suka kebingungan, kehilangan keseimbangan dan sakit kepala perah secara tiba-tiba. Penyakit ini patut diwaspadai karena bisa menyebabkan kerusakan otak secara permanen.

Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Neurology sebagaimana dikutip situs Hallosehat, menjelaskan bahwa penyakit stroke sudah mulai menyasar kaum muda. Pada pertengahan tahun 1990 hingga awal 2000, kenaikan penderita stroke sekitar 54% terhadap orang yang berusia 20 hingga 45 tahun di Amerika Serikat. Penyebabnya adalah gangguan pembuluh darah yang memasok darah ke otak. Sekitar 15% dari semua stroke iskemik terjadi pada usia dewasa muda (di bawah 40 tahun) dan remaja.

Untuk mencegah penyakit berbahaya ini, tim Cigna membagikan beberapa tips gaya hidup sehat kepada Anda. Tips ini bisa dilakukan untuk menghindari gejala dari potensi penyakit stroke.

Mengurangi Rokok

Saat rehat bekerja Anda akan menghabiskan waktu ngobrol dengan teman di kafe atau tempat lainnya. Nah, waktu bersantai ini seringnya digunakan sambil merokok dan kegiatan lainnya. Anda sebaiknya mulai mengurangi kebiasaan merokok karena ini dapat memicu stroke.Dilansir dari www.cdc.gov, dalam survei yang dipublikasikan pada tahun 2010, mencatat bahwa merokok menyebabkan stroke dan penyakit jantung. Keduanya merupakan bagian dari 10 penyakit penyebab kematian tertinggi di Amerika Serikat (AS). Hal ini karena merokok bisa merusak dan menyempitkan pembuluh darah. Hambatan aliran darah di otak karena rusaknya pembuluh darah menuju kepala menyebabkan penyakit stroke. Selain itu, zat nikotin yang akan memicu adrenalin otak saat merokok.

Kurangi Minuman Alkohol

Anda juga sebaiknya mengurangi minum alkohol. Minuman alkohol dalam jumlah terbatas memberikan efek positif bagi jantung dan mengurangi stroke. Jumlah yang terbatas menurut standar The National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism (NIAAA) adalah segelas bir sehari untuk wanita dan dua gelas bir sehari untuk pria.

Bahaya mengintai jika Anda mengkonsumsi minuman alkohol dalam jumlah berlebih. Konsumsi alkohol dalam jumlah yang banyak akan berpotensi menyebabkan hemorrhagic stroke (stroke hemoragik). Stroke hemoragik terjadi ketika aneurisma pecah, atau pembuluh darah bocor. Hasilnya adalah pendarahan baik di dalam otak, menyebabkan pendarahan intraserebral, atau pendarahan antara otak dan jaringan yang menutupinya.

Perbanyak Asupan Serat

Tubuh yang kekurangan serat juga berisiko mengalami kolesterol tinggi. Jika kondisi ini tidak ditangani dengan benar bisa berakhir pada stroke. Anda bisa mulai mempertimbangkan makan sayuran untuk mencegah stroke. Penyakit stroke bisa dikurangi dengan makan buah-buahan dan sayuran.

Situs Dokter Sehat menjelaskan konsumsi 200 gram buah-buahan setiap hari akan menurunkan risiko stroke hingga 32%. Jika Anda bisa mengkonsumsi sayuran 200 gram setiap hari maka risiko stroke turun hingga 11%.

Perbanyak Olahraga

Kemudian salah satu cara mencegah stroke adalah dengan olahraga secara teratur. Olahraga bisa menjaga kesehatan tubuh Anda dan menjaga berat badan yang stabil. Olahraga juga mampu membakar lemak dan kalori, sehingga tidak terjadi penyumbatan pada pembuluh darah akibat lemak jenuh. Olahraga tidak hanya berkontribusi menjaga berat badan, tapi juga mengurangi tekanan darah dan stres, yang biasanya menjadi pemicu terjadinya stroke.

Situs Health Harvard memberikan contoh beberapa berolahraga ringan, seperti berjalan-jalan kecil setelah makan pagi, masuk klub fitness, atau memilih naik tangga ketimbang naik lift. Selain itu, mengurangi belanja juga memberikan ruang bagi Anda berinvestasi di produk asuransi kesehatan. Investasi ini berguna sebagai dana cadangan bila Anda jatuh sakit.

Kurangi Stres

Stroke juga bisa muncul dari stres. Tingginya tuntutan hidup yang semakin besar mampu membuat usia muda mengalami stres berat. Menurut sebuah penelitian di jurnal medis The Lancet tahun 2017, semakin tinggi tingkat stres yang dialami seseorang, semakin tinggi pula risiko penyakit jantung dan stroke yang dia hadapi.

Amigdala (bagian pada otak), yang bertanggung jawab untuk menanggulangi stres merupakan kelompok saraf yang mengatur emosi, rasa takut, kecemasan, kesenangan, dan stres. Saat amigdala aktif menangani stres, itu akan memicu aktivitas ekstra pada sumsum tulang belakang, lalu sebabkan peradangan di arteri. Kemungkinan terjadinya penyakit jantung dan stroke pun meningkat.

Jadi itu gaya hidup sehat yang dapat Anda mulai lakukan demi mencegah stroke. Gaya hidup yang sehat sejak dini akan menentukan masa tua Anda yang bahagia.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.