[Cek Fakta] Larangan Mudik Dijadikan Bisnis Kemenhub

by -21 views

Jamaninfo, Jakarta: Di media sosial beredar sebuah pernyataan yang mengatakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjadikan larangan mudik lebaran 1442 Hijriah sebagai ladang bisnis dengan ‘menjual’ stiker khusus untuk armada bus.

Pernyataan tersebut pertama kali diunggah oleh akun facebook Devan Baskara, dengan narasi:

Katanya: Bus tidak boleh mengangkut penumpang mudik lebaran

Faktanya: Bus boleh beroperasi untuk mudik, asal pakai stiker khusus dari Kemenhub

“Jadi sebenarnya boleh mudik gak sih ?? Harusnya pemerintah itu Tegas dan Konsisten dengan peraturan yang mereka buat. Jangan seolah-olah buat aturan tapi tidak bisa menerapkannya. Bukan malah buat aturan tapi sekaligus dibuat ladang bisnis ??.”

Tidak hanya itu, Akun facebook Devina Anggraeni juga mengunggah narasi yang sama. Ia langsung menuding bahwa Kemenhub menjual stiker mudik.

“Ternyata jualan stiker mudik ya!

#rezimkualat,” tulis akun Devina, Minggu 2 Mei 2021.

Berdasarkan penelusuran informasi terkait stiker Kemenhub tersebut adalah salah atau tidak benar. Faktanya, stiker khusus itu dibuat untuk memudahkan petugas kepolisian di pos penyekatan.

Diketahui selama masa larangan mudik, terdapat larangan angkutan umum mengangkut penumpang untuk mudik, termasuk bus.

Namun terdapat bus yang diperbolehkan beroperasi. Bus itu khusus untuk mengangkut penumpang dengan kepentingan perjalanan dinas, kunjungan keluarga yang sakit, kunjungan keluarga yang meninggal dunia dan ibu hamil serta kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang.

Kesimpulan

Informasi stiker khusus yang diberikan Kemenhub ke sejumlah armada bus merupakan ajang bisnis, tidak berdasar. Faktanya, stiker khusus itu dibuat untuk memudahkan petugas kepolisian di pos penyekatan.

Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). 

Referensi

https://www.medcom.id/ramadan/news-ramadan/9K5582xK-bus-khusus-bawa-penumpang-saat-pelarangan-mudik-bakal-dipasang-stiker

https://archive.md/EfUjH

https://archive.md/n7fk7

(imr)

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…