‘Corona Eek’ di Jakarta, Mengurangi Perlindungan Vaksin

by -20 views

Jamaninfo, Jakarta: Kasus mutasi virus Corona E484K, atau dijuluki ilmuan ‘Eek’ ditemukan di DKI Jakarta diketahui dapat mengurangi perlindungan vaksin.

Di jepang, mutasi E484K dikenal untuk mengurangi perlindungan vaksin, terdeteksi pada sekitar 70 persen pasien penyakit virus Covid-19 di rumah sakit Tokyo bulan lalu.

Dilansir dari hindustantimes.com, Selasa (6/4/2021), mutasi E484K ditemukan pada sebanyak 10 dari 14 pasien Covid-19 di Rumah Sakit Universitas Kedokteran dan Gigi Tokyo, pada bulan Maret lalu. 

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan, akan memperluas langkah-langkah darurat menahan gelombang baru infeksi virus Covid-19 di tengah kekhawatiran penyebaran mutasi virus. 

“Semua kemungkinan sedang dipertimbangkan. Tidak masalah secara spesifik di mana, kami akan bertindak tanpa ragu jika diperlukan,” kata dia.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkas) telah mengumumkan E484K ditemukan di DKI Jakarta. 

“Satu kasus di DKI Jakarta,” ujar juru bicara Kemenkes untuk vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi, Senin (5/4/2021).

Kasus tersebut ditemukan oleh Lembaga Eijkman pada Februari 2021 silam, dan saat ini pasien tersebut sudah dinyatakan sembuh.

Virus E484K merupakan salah satu mutasi dari virus Corona varian baru, B.1.1.7. 

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…