Covid-19 Melandai, Lockdown Tujuh Desa Tak Diperpanjang

by -8 views
Berita Terkini

, Sumenep: Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memutuskan tidak memperpanjang lockdown atau karantina wilayah pada tujuh desa di Kecamatan Saronggi setelah berakhir pada 18 Oktober 2020.

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya mengatakan, tujuh desa tersebut meliputi Tanah Merah, Saroka, Kebundadap Barat, Kebundadap Timur, Langsar, Tanjung, dan Pagarbatu. 

“Dibukanya lockdown karena kasus Covid-19 di wilayah tersebut sudah melandai dan tidak ada penambahan korban meninggal dunia,” kata Ferdiansyah Tertrajaya, Minggu (18/10/2020).

Meski lockdown dibuka, Ferdiansyah menegaskan, masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan agar penularan virus corona dapat ditekan.

“Jadi buka normal kembali karena masyarakat harus tetap maksimal dalam menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya. 

Sementara itu, warga Desa Saroka Tahirudin menyatakan, dengan berakhirnya pemberlakukan lockdown masyarakat mulai berangsur mejalankan aktivitas namun tetap dengan protokol kesehatan.  

“Sudah dibuka kembali. Jadi masyarakat sudah bisa keluar masuk lagi ke tujuh desa yang sebelumnya di lockdown,” ucap Tahirudin. 

Data perkambangan kasus Covid-19 di Kecamatan Saronggi per tanggal 18 Oktober 2020 mencapai 52 kasus. Dari jumlah itu, 38 orang terkonfirmasi selesai isolasi sedangkan 8 meninggal dunia.

Sebelumnya tujuh desa yang berada di wilayah tapal kuda Kecakatan Saronggi sempat dilakukan lockdown selama empat pekan akibat tingginya kasus Covid-19. Lockdown pertama dimulai 21 September dan diperpanjang selama 14 hari pada tanggal 5 Oktober 2020.

Selengkapnya…