COVID-19 Tak Ganggu Anggaran Perbatasan

by -21 views

Jamaninfo, Sambas: Adanya pandemi COVID-19 tidak mengurangi upaya pemerintah dalam mengembangkan ataupun membangun wilayah perbatasan negara. Pada 2021 misalnya, pemerintah tengah memfokuskan pembangunan kawasan ekonomi baru di wilayah perbatasan yang diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2021. Meski demikian, pemerintah memastikan dari penganggaran untuk implementasi inpres yang difokuskan pada tiga wilayah perbatasan itu, tidak terganggu dengan adanya pandemi COVID-19.

Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara yang juga merupakan Plt Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Robert Simbolon mengatakan, untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran pada program-program prioritas, pihaknya telah menginstruksikan kementerian/lembaga untuk melakukan refocusing penganggaran.

“Bapak Mendagri selaku Kepala BNPP sejak awal langsung merespons perintah Bapak Presiden ini dengan meminta semua menteri yang mendapat penugasan untuk memanfaatkan momentum refocussing,” ucap Robert ketika ditemui di sela-sela sosialisasi Inpres Nomor 1 Tahun 2021 di Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Rabu (7/4/2021).

Menurut Robert, refocusing anggaran itu telah dilakukan pada triwulan pertama. 

“Di triwulan pertama kemarin APBN dan APBD kita dilakukan refocussing dan semua mengikuti irama yang kita bangun bahwa refocussing sekaligus momentum untuk menjadikan kegiatan di Inpres Nomor 1 Tahun 2021 ini sebagai prioritas. Ada beberapa yang belum sempat direncanakan, dimasukkan. Ada yang belum sempat dianggarkan, diakomodasi,” paparnya. 

Dikatakan Robert, BNPP optimis 21 program dapat terwujud maksimal di wilayah perbatasan Aruk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, meskipun di tengah pandemi COVID-19.

“Kami optimistis. Jadi sejak Inpres ini ditetapkan oleh Bapak Presiden pada 11 Januari 2021, kami secara maraton mengadakan pertemuan-pertemuan. Dan hampir semua kami sepakat ini menjadi prioritas. Mungkin ini satu jenis ‘blessing in disguise‘, ketika Tuhan menciptakan atau membiarkan terjadinya pandemi COVID-19, justru kita diberi kesempatan dalam situasi lockdown dengan negara tetangga, kita diberi kesempatan untuk konsolidasi internal menyiapkan kekuatan untuk kita nanti menyerang pada saat pandemi COVID-19 berakhir,” terangnya. 

Sementara, Instruksi Presiden (Inpres) Nomor  1 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan Negara di Aruk, Motaain dan Skouw, masing-masing diikuti dengan prioritas fokus program di dalamnya.

Khusus di wilayah perbatasan Aruk, sebanyak 21 program prioritas ditargetkan dilaksanakan pada wilayah yang bertetangga dengan Sarawak, Malaysia Timur itu.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…