Dianggap Curang, Hakim Tolak Gugatan Trump di Pennsylvania

by -8 views
Berita Terkini

, Jakarta: Seperti tidak ada puasnya dengan hasil Pilpres AS lalu, Presiden Donald Trump menggugat negara bagian Pennsylvania karena diduga melakukan kecurangan. Namun, gugatan tersebut ditolak oleh seorang hakim di Pennsylvania pada Sabtu (21/11/2020).

Hakim Distrik AS, Matthew Brann dalam keputusannya mengatakan, tim Trump telah mengajukan argumen tanpa bukti dan melakukan tudingan spekulatif mengenai gugatan terkait pemilu lewat surat di Pennsylvania. Bahkan gugatan kubu Trump disebut sebagai ‘Monster Frankenstein’. 

“(Saya) tidak memiliki kewenangan untuk membatalkan hak memilih satu orang, apalagi jutaan warga negara,” kata Brann dalam pernyataanya, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (22/11/2020).

Gugatan yang diajukan Trump pada pada 9 November lalu tersebut diduga telah mengeklaim perlakukan yang tidak konsisten oleh pejabat pemilihan county atas suara yang masuk. Beberapa county memberi tahu pemilih bahwa mereka dapat memperbaiki kerusakan kecil seperti “amplop kerahasiaan” yang hilang, sementara yang lain tidak.

“Klaim ini, seperti Monster Frankenstein, dijahit secara sembarangan,” lanjut Hakim Brann.

Ia juga mengatakan, bahwa Gugatan Trump juga dinilai tidak masuk akal. Ia beralasan bahwa beberapa kabupaten telah secara keliru mengizinkan pemilih untuk memperbaiki kesalahan pada surat suara mereka.

Maka dariitu, dalam kasus Pennsylvania ini, Brann juga menolak soal permintaan pihak Trump untuk mengubah gugatan tersebut sebagai pelanggaran terhadap Konstitusi AS. Hanya saja pihak Trump menginginkan hakim untuk mengizinkan legislatif negara bagian Pennsylvania yang dikendalikan Republik untuk menunjuk pemilih yang akan mendukung Trump dalam Electoral College pada 14 Desember mendatang. 

Menanggapi penolakan hakim, pengacara Trump sendiri yakni Rudy Giuliani mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia kecewa dengan keputusan tersebut. Agar Trump memiliki harapan untuk membatalkan pemilihan, ia hanya perlu membalikkan hasil di Pennsylvania, yang dijadwalkan akan disertifikasi oleh pejabat negara pada hari Senin mendatang.

  

“Keputusan hari ini ternyata membawa kami dalam strategi kami untuk segera membawa (kasus) ke Mahkamah Agung AS,” kata Giuliani. 

Sementara itu, tim kampanye Trump dan para pendukungnya telah mengajukan sejumlah tuntutan hukum di enam negara bagian yang diperebutkan. Upaya untuk menggagalkan sertifikasi pemilu telah gagal di pengadilan di Georgia, Michigan dan Arizona 

Di bawah hukum Pennsylvania, kandidat yang memenangkan suara populer di negara bagian tersebut mendapatkan semua suara elektoral negara bagian. 

Seorang calon presiden membutuhkan 270 suara elektoral untuk memenangkan pemilu, dan Biden memimpin dalam penghitungan suara elektoral dengan 306, sementara Trump 232.

Selengkapnya…