Diet Awal Kehidupan Membantu Reproduksi Kemudian Hari

by -18 views

Jamaninfo, Norwich: Mengalihkan diri dari diet terbatas ke makan sesukanya bisa bermanfaat bagi reproduksi di kemudian hari, menurut penelitian baru dari University of East Anglia.

Kesimpulan ini diambil setelah peneliti mempelajari kebiasaan makan dan kawin lalat buah kecil Drosophila melanogaster.

Mereka menemukan bahwa betina yang mengonsumsi makanan lebih sedikit sepanjang hidup mereka dapat hidup lebih lama, namun mereka tidak bereproduksi sebaik rekan mereka yang diberi makan lebih baik.

Tetapi mereka yang beralih dari diet terbatas ke makanan tanpa batas, mulai kawin dan bereproduksi lebih banyak. Lalat ini menghasilkan keturunan tiga kali lebih banyak daripada yang dipelihara dengan diet terbatas.

Sementara kelangsungan hidup mereka mirip dengan betina yang telah diberi makan sepanjang hidup mereka, seperti dikutip dari University of East Anglia, Kamis (25/11/2021).

Peneliti utama Dr Zahida Sultanova, dari School of Biological Sciences UEA, mengatakan, “Pembatasan diet dikaitkan dengan umur yang lebih panjang dan kesehatan yang lebih baik di banyak organisme, termasuk manusia.”

“Kami ingin mengetahui apa yang terjadi ketika pembatasan diet di awal kehidupan diikuti dengan makan banyak di kemudian hari.”

Tim menyelidiki efek pembatasan diet awal kehidupan pada kelangsungan hidup, perilaku kawin dan reproduksi pada lalat buah.

Sementara beberapa diberi makanan yang cukup, yang lain diberi diet terbatas dengan hanya 40 persen dari asupan ragi yang biasa.

Kelompok ketiga diberi diet terbatas di awal kehidupan, diikuti dengan diizinkan untuk mengonsumsi sebanyak yang mereka suka.

Dr Sultanova mengatakan, “Pembatasan diet umumnya dikaitkan dengan kesehatan yang lebih baik dan reproduksi yang berkurang.

“Namun, ketika lalat kami beralih dari diet terbatas ke makan normal, mereka mulai kawin dan bereproduksi lebih banyak, sementara kelangsungan hidup mereka menjadi sama dengan betina yang makan banyak.”

“Hasil pada lalat buah ini menunjukkan bahwa betina bereproduksi sedikit saat mereka makan sedikit tetapi mereka menjaga kesehatan reproduksi mereka dan ketika mereka memiliki makanan yang tidak terbatas di akhir hidupnya, mereka segera mulai bereproduksi banyak.”

“Ini menunjukkan bahwa pengurangan reproduksi karena makan lebih sedikit di awal kehidupan dapat sepenuhnya dikompensasi dengan beralih ke diet kaya di akhir kehidupan.”

“Namun, hasil dari studi pada organisme model ini menunjukkan bahwa perlu peelusuran lebih lanjut dengan menggunakan pendekatan yang lebih cocok untuk manusia.”

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.