Digitalisasi Penyaluran Bansos Siap Diimplementasikan

by -14 views

Jamaninfo, Jakarta:  Wacana untuk menyalurkan bantuan sosial (Bansos) dengan memanfaatkan layanan digital mengemuka dalam kegiatan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, BI mendukung percepatan digitalisasi penyaluran Bansos atau yang disebut Government to Person (G2P) 4.0.

“Dukungan BI dengan cara memperkuat ekosistem sistem pembayaran guna mendukung G2P 4.0, antara lain melalui akselerasi implementasi QRIS, mengembangkan BI FAST, dan menghubungkan bank dengan fintech melalui standar Open Application Programming Interfaces (Open API) pembayaran,” ujar Perry Warjiyo dalam agenda Leader’s Insight betema  ‘Digitalisasi Penyaluran Bansos untuk Optimalisasi Pemanfaatan Dana Bansos dan Peningkatan Inklusivitas Keuangan’, Kamis (8/4/2021).

Setidaknya ada lima langkah yang akan dilakukan untuk memperkuat sistem pembayaran dengan mengedepankan prinsip cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Lima langkah tersebut berupa; Pertama, penguatan infrastruktur sistem pembayaran untuk mendukung transaksi penyaluran bansos. Kedua, interkoneksi layanan pembayaran baik di kanal pembayaran digital maupun di agen/merchant.

Ketiga, keamanan, artinya akses dana dilindungi oleh dua faktor otentikasi, yaitu user dan kata kunci (password). Password ini dapat berupa kombinasi angka atau penggunaan biometric seperti sidik jari dan wajah. Keempat, penggunaan multichannel atau dapat menggunakan berbagai instrumen dan kanal seperti kartu atau HP, hingga QR Code Indonesian Standard (QRIS). Kelima, perluasan outlet tempat transaksi dana bansos, seperti agen Laku Pandai atau Layanan Keuangan Digital, merchant, dan ATM.

Dalam kesempatan yang sama,  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan jika digitalisasi penyaluran bansos dapat memberikan kemudahan dalam distribusi atau penyaluran, dan memudahkan pemantauan penyaluran bansos kepada penerima manfaat.

Pernyataan itu didukung  Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa. Menurut  Suharso,  transformasi digital penyaluran bansos berorientasi pada optimalisasi penggunaan layanan keuangan digital dan kebutuhan penerima manfaat bansos.

Wacana digiltalisasi penyaluran bansos sebagai upaya untuk lebih meningkatkan efektivitas penyaluran bansos, penyalurannya tepat sasaran, tidak menimbulkan kerumunan, menghindari adanya perantara dan menjamin transparansinya. Untuk mengimplementasikan digitalisasi penyaluran bansos, setidaknya ada tiga hal penting yang mesti diperhatikan, yaitu regulasinya, tata kelola dan pengelolaan data yang akurat.  (MDS)

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…