Dubes Myanmar untuk Inggris Khawatir Dibunuh

by -15 views

Jamaninfo, London: Duta Besar Myanmar di London menegaskan bahwa dia bisa dibunuh jika kembali ke negara asalnya.

Itu terjadi setelah Kyaw Zwar Minn “dikunci” dari kedutaannya sendiri di Mayfair pada Rabu malam (7/4/2021) dan menghabiskan malam di dalam mobilnya, sementara juru bicaranya mengklaim gedung itu telah disita seorang atase militer.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengutuk “rezim militer yang menindas” Myanmar dan menyerukan diakhirinya kudeta di negara Asia Tenggara itu.

Ketika ditanya apa yang Zwar Minn ingin Inggris lakukan, dia menjawab, “Keluarkan mereka.”

Dia juga ditanya apakah akan kembali ke kampung halamannya jika Inggris tidak mendukungnya, dan dia mengatakan, “Apakah Anda ingin melihat saya terbunuh?”

“Tolong bantu negara kami karena tanpa bantuan internasional, kami tidak akan bisa keluar dari kekacauan semacam ini,” kata Zwar Minn, seperti dikutip dari Sky News, Jumat (9/4/2021).

Staf kedutaan diancam dengan “hukuman berat” jika mereka tidak bekerja untuk junta militer yang merebut kekuasaan di Myanmar pada 1 Februari, kata juru bicaranya.

Inggris telah diberitahu bahwa rezim Myanmar telah secara resmi menghentikan pengangkatan duta besar, kantor berita PA melaporkan.

Tetapi tidak ada pemberitahuan resmi tentang penggantinya yang dikatakan telah diterima.

Zwar Minn dipanggil kembali ke Myanmar pada Maret lalu dan sejak itu berhenti mengikuti instruksi dari kementerian luar negeri negara itu, juru bicaranya menambahkan.

Duta Besar Myanmar menyerukan pembebasan pemimpin yang ditahan Aung San Suu Kyi dan menggulingkan Presiden Win Myint.

Dia juga ingin demokrasi dipulihkan di Myanmar dan hasil pemilu 2020 dihormati.

Twit Raab mengatakan, “Kami mengutuk tindakan intimidasi rezim militer Myanmar di London kemarin, dan saya menghormati Kyaw Zwar Minn atas keberaniannya.”

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…