Wednesday , December 11 2019
Home / Ekonomi / Ekonomi kreatif, Harapan Baru Perekonomian Indonesia
Perekonomian
Sumber foto: ekon.go.id

Ekonomi kreatif, Harapan Baru Perekonomian Indonesia

JamanInfo.com– Banyuwangi (28/11), Di tengah kondisi perekonomian global yang penuh dengan tantangan perubahan, peran industri ekonomi kreatif menjadi harapan baru bagi kemajuan perekonomian Indonesia.

“Pemerintah sangat mengandalkan peran industri ekonomi kreatif demi kemajuan perekonomian Indonesia, terutama agar dapat bersaing di pentas global,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono saat memberikan sambutan pada acara Festival Batik Banyuwangi 2019, di Banyuwangi, Sabtu (23/11).

Berdasarkan data dari Bekraf, Indonesia termasuk ke dalam negara dengan industri ekonomi kreatif yang berperan cukup besar dalam perekonomian. Pada tahun 2016 kontribusi industri ekonomi kreatif Indonesia mencapai 7,44% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara industri ekonomi kreatif Amerika Serikat mencapai 11,2% dan Korea Selatan 8,67% dari total PDB.

Cabang industri ekonomi kreatif yang paling berkontribusi adalah kuliner, fesyen dan kriya. “Industri fesyen yang saya lihat malam ini membuktikan bahwa visi Pak Presiden yang menginginkan ekonomi kreatif dapat menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, mudah-mudahan dapat terwujud,” tutur Susiwijono.

Susiwijono optimis bahwa Indonesia dapat merajai industri ekonomi kreatif dalam cabang fesyen, terutama dengan batik.

“Batik bukan hanya bagian dari industri ekonomi kreatif saja. Lebih dari itu, batik adalah jati diri bangsa kita,” tegas Susiwijono.

Menurutnya, Pemerintah pusat sangat mengapresiasi atas diselenggarakannya acara festival batik ini. Namun demikian, Dirinya berharap agar dengan diadakannya festival ini, industri ekonomi kreatif dapat berperan signifikan dan memberi kontribusi nyata dalam mendukung kemajuan ekonomi Banyuwangi dan kemajuan Ekonomi Indonesia.

Untuk diketahui, Festival Batik Banyuwangi 2019 ini sendiri digelar di Gelanggang Seni Budaya, Taman Blambangan, Banyuwangi. Memasuki tahun ketujuh penyelenggaraannya. festival ini telah mampu meningkatkan kualitas batik lokal, disamping juga meningkatkan pendapatan para perajin dan UMKM batik di Banyuwangi dan sekitarnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menuturkan ada dua sektor yang paling cepat menggerakkan ekonomi melalui pariwisata, yaitu food dan fashion. Karena fashion lokal sangat kuat dan lonjakan jumlah perajin batik meningkat.

Turut hadir dalam acara ini  antara lain Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Dody Edward, Irjen Kemenkumham Johny Ginting, dan Deputi Produksi dan Pemasaran Kemenkop UKM Viktoria Simanungkalit. (ekon.go.id)

About redaksi

Check Also

Elnusa

Gandeng Schlumberger, Elnusa Perkuat Lini Servis Hulu Migas

JamanInfo.com– PT Elnusa Tbk (Elnusa), perkuat kolaborasi dengan Schlumberger Indonesia (Schlumberger) untuk perkuat lini servis …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *