Empat Napi Teroris Ikrar Setia NKRI

by -39 views

Jamaninfo, Madiun: Sebanyak empat dari enam narapidana (napi) kasus terorisme (Napiter) Lapas Kelas I Madiun mengikrarkan diri setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ikrar berlangsung di aula Lapas Kelas I Madiun, Jum’at pagi (11/6/2021). Keempat napi tersebut masing-masing WP, SA, HS dan IK.

Kepala Lapas Kelas I Madiun, Asep Sutandar menyatakan, keempat napi tersebut melaksanakan ikrar kesetiaan NKRI atas kemauan sendiri dan disetujui oleh instansi terkait. Diantaranya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus 88 Antiteror serta TNI dan Polri setempat.

Keempat napi melakukan prosesi ikrar diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian mencium bendera Merah Putih sebagai simbol kembalinya ke pelukan NKRI.

“Ini sesuatu yang membahagiakan bagi kami karena ini bukan hanya sekadar keberhasilan dalam hal pembinaan, tetapi bahwa kita meyakinkan kepada mereka orang yang bersalah itu masih ada kesempatan untuk melakukan pertaubatan dan kebaikan. Tidak terkecuali bagi mereka yang tersandung kasus terorisme,” ujarnya.

Asep berharap pertaubatan yang mereka lakukan kali ini nantinya dapat diimpelentasikan dan dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari. Baik saat masih menjalani sisa masa pidana di lapas maupun nanti ketika sudah kembali ke masyarakat.

Sejumlah pembinaan pun telah diberikan pihak lapas kepada seluruh warga binaan, termasuk kepada napiter. Mulai pembinaan kepribadian, kemandirian, kerohanian dan lain sebagainya.

Pun pihaknya juga melakukan pendekatan melalui serangkaian program dan kegiatan yang ada di lapas.

“Kita berharap di dalam pembinaan yang kita berikan ini bisa diikuti oleh mereka. Ternyata mereka mau mengikuti dan secara ikhlas mereka melakukan ikrar kesetiaan kepada NKRI hari ini,” sambungnya.

Sementara itu Subdit Bina Dalam Lapas BNPT, Listyo Juliance Nugrahaningrum menyatakan, empat napiter yang saat ini telah mengikrarkan diri setia kepada NKRI sebelumnya telah mendapat persetujuan dari BNPT. Dua diantaranya sudah mendapatkan pembinaan dari BNPT.

“BNPT mengharapkan agar napiter ini mendapat pembinaan dengan baik juga di Lapas. Baik pembinaan secara agama, secara psikolog, serta tentang wawasan kebangsaan agar selepas mereka keluar dari Lapas nanti mereka bisa diterima masyarakat dan mendapatkan pengetahuan. Dan juga ada program deradikalisasi juga kan, di mana kita dari BNPT mengkampanyekan itu agar para napiter ini bisa terbina dengan baik. Selain itu juga agar mereka merasa tidak ditelantarkan. Dengan adanya pembinaan ini harapannya mereka akan jadi lebih baik dan tidak akan kembali ke jaringan sebelumnya, itu yang penting,” terangnya.

Adapun keempat napiter Lapas Kelas I Madiun yang sudah mengikrarkan diri setia kepada NKRI, yakni WP (37) tergabung dalam kelompok atau jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Yang bersangkutan divonis selama 3 tahun dan enam bulan penjara pada Januari 2020. Kemudian SA (53) tergabung dalam jaringan Neo Jamaah Islamiyah.

Yang bersangkutan divonis 6 tahun dan enam bulan penjara pada Juli 2020. Selanjutnya HS (42) tergabung dalam jaringan JAD, divonis 4 tahun penjara pada Januari 2019 lalu. Serta IK (45) tergabung dalam Jamaah Islamiyah.

Yang bersangkutan divonis 8 tahun penjara pada Maret 2015 lalu.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…