Filler Payudara, Iming-iming Harga Murah

by -16 views

Jamaninfo, Jakarta: Polisi menyebut, SR, tersangka dugaan praktik suntik filler abal-abal menyasar para model media sosial untuk datang ke tempat praktiknya. Ia juga memaksimalkan para pasiennya untuk mengajak orang lain dengan iming-iming harga murah.

“Jadi saat ini berdasarkan hasil penyidikan kami, terkait yang menjadi korban dari tersangka SR ini adalah model-model di media sosial,” tegas Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi Arsya, Selasa (6/4/2021).

Arsya mengatakan, dalam usaha praktkknya, SR tidak banyak melakukan promosi besar-besaran di media sosial. Ia menjelaskan, strategi pemasaran yang digunakan adalah dengan metode getok ular atau dari mulut ke mulut.

“Buat testimoni, jadi seandainya ada orang yang pengen disuntik, dengan harga normal sekali suntik adalah 3 juta untuk yang 250 cc, tapi jika dia bisa membawa pasien baru semisal dua orang nanti dapet diskon jadi dia tidak bayar 3 juta. Dia buat penjualan dari kegiatan filler ini cukup banyak karena korban giat mencari pasien-pasien baru untuk SR,” beber Arsya.

Arsya menjelaskan, sebelum membuka praktik penyuntikan filler tersebut, awalnya SR mencoba membeli cairan filler kepada tersangka ML yang sudah diamankan polisi, sebanyak 15 paket atau 15 liter. SR kemudian belajar dengan dokter privatnya, sekaligus mencoba menyuntikan dirinya sendiri.

“SR juga sudah mencoba sendiri 1 paket. menurut SR dirinya tidak mengalami gangguan apa-apa,” kata Arsya.

Kepada polisi, SR mengaku sudah menyuntik 15 paket cairan kepada para pasiennya. Namun yang melaporkan ke pihak kepolisian baru dua orang. Dua orang korban tersebut mengaku mengalami infeksi, yakni keluarnya cairan nanah pada payudaranya.

“Tapi sudah saya sampaikan yang menjadi hambatan korban untuk melaporkan karena korban-korban ini malu karena dirinya mengalami infeksi dari filler ilegal ini,” katanya.

“Kami juga tetap membuka posko pengaduan manakala setelah rilis ini ada masyarakat yang mengalami hal yang sama. Silakan datang kesini,” pungkasnya.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…