FTUI Rancang SINAU BOAT-19, Kapal Ambulans COVID-19 untuk Pulau-Pulau Terpencil Indonesia

by -38 views
Berita Terkini

JMOL. Tenaga kesehatan di pulau-pulau terpencil di Indonesia mengalami kesulitan dalam penanganan pasien COVID-19 karena akses terhadap layanan kesehatan yang terbatas. Guna
menjawab tantangan tersebut, tiga mahasiswa Program Studi Teknik Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), yaitu, Fadhil Nurrohman, Zahra Syahrika, dan Satria Bagas, merancang SINAU BOAT-19 (Smart Integrated Ambulance Boat for COVID-19). Demikian kabar dari Biro Humas dan KIP UI pada 3 Agustus 2020 yang diperoleh Redaksi.

SINAU BOAT-19 adalah kapal ambulans yang dapat dijadikan sebagai moda transportasi jalur laut untuk penanganan dan pemindahan pasien COVID-19 dari pulau (dengan fasilitas kesehatan yang minim) ke pulau yang memiliki fasilitas kesehatan yang memadai.

“Inovasi ini adalah solusi bagi kebutuhan moda transportasi laut guna memobilisasi pasien COVID-19 di pulau-pulau terpencil Indonesia. Untuk itu, SINAU BOAT-19 dapat menjadi kapal transporter pasien, khususnya COVID-19, yang kami harapkan dapat menjawab kebutuhan akan akses terhadap fasilitas kesehatan penunjang,” ujar Fadhil tentang desain kapal tersebut.

“Kapal ambulans ini juga dapat menjadi rumah sakit sementara bagi pasien untuk mendapatkan perawatan. Mengingat saat ini kita tengah dilanda pandemi COVID-19, kapal ambulans SINAU BOAT-19 kami rancang dengan desain yang dapat mengurangi kontak langsung antara tim medis dan kru kapal agar tidak dengan mudah terpapar virus,” kata Achmad Riadi ST., M.Eng., Ph.D., dosen FTUI yang membimbing ketiga mahasiswanya tersebut.

SINAU BOAT-19 dilengkapi dengan teknologi IoT (Internet of Things) berupa sistem pemanggil perawat, sistem pintu pintar, dan sistem lampu pintar yang dapat diakses langsung melalui smartphone tim medis dan pasien. Jika
pasien membutuhkan bantuan dan keadaan darurat, perawat dan dokter dapat memantau keadaan pasien dengan bantuan dari IoT yang dihubungkan dengan aplikasi di dalam smart devices para tenaga medis. Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi kontak fisik antara pasien dan tim medis agar mencegah terjadinya transmisi virus Corona di dalam kapal.

Desain lambung SINAU BOAT-19 bertipe katamaran dengan panjang keseluruhan 21 meter, lebar 8.5 meter, dan sarat air 1.3 meter. Kapal ini menggunakan material komposit sebagai material utamanya. Panel surya di dek atas kapal dapat menghasilkan energi listrik sebesar 50,4 kWh sehingga dapat memenuhi kebutuhan tenaga listrik kapal seperti sistem penerangan dan lain sebagainya.

Guna menekan probabilitas penularan virus antara pasien dan kru kapal, SINAU BOAT-19 dibagi menjadi 2 zona yaitu zona merah dan zona hijau. Pada zona merah (dek utama) dijadikan tempat penanganan pasien COVID-19, sedangkan zona hijau dijadikan tempat kru kapal. Pada zona merah terdapat 4 jalur utama yaitu jalur hijau, merah, biru, dan ungu. Terdapat beberapa akses untuk ke dek kru kapal yaitu melalui tangga depan kapal ataupun tangga vertikal di bagian belakang kapal. Terdapat ruang sterilisasi bagi tim medis ketika menuju/dari ruang pasien. Di setiap ruang pada zona merah juga dipasang lampu UV C yang dapat mensterilkan ruangan.

Desain SINAU BOAT-19 telah dipresentasikan di ajang LAI2 COVID-19 (Lomba Aplikasi Inovatif dan inspiratif untuk COVID-19 di Indonesia) yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada 22 April – 23 Juli 2020. Pada Ajang yang diikuti oleh 138 peserta tersebut, tim SINAU BOAT-19 berhasil meraih Juara 3 pada sub-lomba kapal transporter. [AS]

Baca Selengkapnya..