Gratifikasi Akbar Tandaniria, KPK Dalami Pengaturan Proyek

by -60 views

Jamaninfo, Jakarta: Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah rampung memeriksa dua orang Anggota DPRD Lampung Utara yaitu, Arnold Alam dan Nurdin Habim sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait penerimaan Gratifikasi di Pemkab Lampung Utara dengan tersangka Akbar Tandaniria Mangku Negara (ATMN) .

Tak hanya anggota DPRD, penyidik antirasuah juga memeriksa Direktur CV Abung Timur Perkasa. Mereka didalami mengenai pengaturan proyek yang berlangsung di Lampung Utara.

“Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan pengaturan berbagai proyek pekerjaan di Kabupaten Lampung Utaera dan penerimaan sejumlah uang oleh Tsk ATMN,” kata plt jubir KPK Ali Fikri melalu keterangan tertilis, Selasa (30/11/2021).

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Akbar Tandaniria Mangku Negara (ATMN) sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara 2015-2019.

Deputi penindakan dan eksekusi KPK Karyoto mengatakan, Ini merupakan pengembangan perkara dari kasus dugaan suap proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Lampung Utara yang menjerat mantan bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara dan eks Kepala Dinas PUPR Lampung Utara Syahbudin.

“KPK menemukan bukti permulaan yang cukup dan meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan pada April 2021,” kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (15/10/2021).

KPK menduga Akbar selaku representasi dari Agung Ilmu aktif terlibat dalam menentukan pengusaha yang menerima alokasi proyek di Dinas PUPR Lampung Utara selama kurun 2015-2019.

Akbar, dibantu Syahbudin, Taufik Hidayat, Desyadi, dan Gunaidho Utama, diduga memungut fee terhadap sejumlah proyek di Lampung Utara atas perintah Agung Ilmu.

Selama kurun 2015-2019, Akbar bersama Agung Ilmu, Raden Syahril, Syahbudin, dan Taufik Hidayat diduga meneruma fee sedikitnya Rp100,2 miliar dari beberapa rekanan di Dinas PUPR Lampung Utara.

Sebanyak Rp2.3 miliar di antaranya diduga dinikmati Akbar untuk kepentingan pribadi.

“Selain mengelola, mengatur, dan menyetor penerimaan sejumlah uang dari paket pekerjaan pada Dinas PUPR untuk kepentingan Bupati Agung Ilmu Mangkunegara, tersangka ATMN diduga juga turut menikmati sekitar Rp2,3 miliar untuk kepentingan pribadinya,” kata Karyoto.

Atas perbuatannya, Akbar disangkakan melanggar Pasal 12B atau Pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHP jo Pasal 65 KUHP.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.