Gus Yaqut Pertanyakan Salah Doa Semua Agama

by -18 views

Jamaninfo, Jakarta: Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mempertanyakan letak salah doa dari semua agama yang diinisiasi dalam acara Kemenag.

“Jadi salahnya doa ini apa sih. Orang disuruh doa kok ribut, salahnya doa ini apa? Ini pertanyaan saya, saya boleh dong nanya. Salah doanya apa, kan tak ada salahnya,” kata Yaqut saat menggelar rapat dengan DPR Komisi VIII, Kamis (8/4/2021).

Hal itu juga sebagai tanggapan atas pernyataan dan pertanyaan Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra Jeffry Romdoni yang sebelumnya, mengusulkan Yaqut mengkaji dulu sebelum menyampaikan ide tersebut.

“Kalau memang doa dibacakan dalam satu agama saya rasa mungkin ini lebih bijak, kalau misalnya tinggal disebutkan yang beragama lain harap menyesuaikan sesuai dengan ajarannya masing-masing,” kata Jeffry di sela-sela rapat.

Yaqut menjelaskan awal munculnya permintaan agar acara Kemenag diisi doa semua agama ketika Yaqut menghadiri rapat kerja nasional Kementerian Agama yang dihadiri pegawai eselon I dan II Kemenag se-Indonesia.

Yaqut mengatakan, kala itu ada pembahasan, ketika seseorang dekat dengan Tuhan maka orang tersebut akan menjauhi perilaku koruptif dan tak bermoral lainnya. 

Saat itu hanya dibacakan doa agama Islam, sementara doa agama lain justru tidak dibacakan.

“Nah saya berpikir gini, masa sih yang disuruh menjauhi korupsi cuma muslim saja. Sementara ada pegawai bukan muslim, jadi kita harus dorong juga teman-teman yang Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu berdoa agar mereka ingat Tuhannya,” kata Yaqut.

Maka ketika dorongan doa itu dikeluarkan, Yaqut percaya mereka semua akan menghindari perilaku jahat. Namun benar tidaknya kepercayaan ini tetap kembali ke pribadi masing-masing.

“Dengan doa menjauhkan perilaku atau tidak, kalau doa saja sudah tidak menjauhkan dia dari perilaku buruk, terus apalagi yang bisa menjauhkan mereka kecuali maut. Kira-kira begitu,” kata dia.

Dia menegaskan, doa dari semua agama hanya berlaku di lingkungan Kemenag dalam acara yang diikuti seluruh pegawai dari berbagai agama.

Sebelumnya, Yaqut meminta setiap acara yang berlangsung di Kementerian Agama diisi oleh doa dari semua agama yang ada di Indonesia.

“Pagi hari ini saya senang Rakernas dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran. Ini memberikan pencerahan sekaligus penyegaran untuk kita semua. Tapi akan lebih indah kalau doanya diberikan kesempatan semua agama untuk memberikan doa,” kata Yaqut sebagaimana dikutip dari Antara, Senin (5/4/2021).

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…