Harta Nenek Pensiunan Guru Tangsel Dicaplok Pengembang

by -24 views

Jamaninfo, Tangerang : Sungguh malang nasib Siti Hadidjah, seorang nenek pensiunan guru berusia 85 tahun ini harus mengelus dada, diujung senja usianya. 

Harusnya, pahlawan tanpa tanda jasa itu tinggal menikmati manisnya kehidupan saat usia senja. Tapi kini hanya meratapi tangis, bingung mau mengadu kemana. 

Betapa tidak, harta satu-satunya berupa tanah seluas 6.000 meter persegi yang berlokasi di Jalan Beruang, RT 006/002, Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), diduga dicaplok oleh pengembang besar, dengan diduga terbit Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) atas nama PT Jaya Real Property (JRP). 

Menurut Siti Hadidjah, masalah ini bermula sekitar tahun 2012, bahwa tanah dikuasai oleh PT JRP dengan cara dilokasi tanah miliknya dipagar dan dipasangi plang. 

“Lahan itu, hingga hari ini belum pernah dijual belikan ke pihak mana pun, termasuk PT. JRP. Kenapa sekarang dilokasi sudah dipasangi pagar dan plang PT. JRP,” ungkapnya kepada rri.co.id sambil menangiabterdedu, Kamis, (13/1/2022). 

Siti mengaku, untuk memperjuangkan hak atas tanahnya, sudah melakukan beberapa upaya. Mulai dari melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jakarta Selatan, namun diketahui pihak kepolisian mengeluarkan Surat Perintah Pemberhentian Perkara (SP3), tanpa alasan yang jelas. 

Selain itu, menemui Wali Kota Tangsel kala itu, Airin Rachmi Diany, tapi tak kunjung ada hasil. Akhirnya, Siti meminta bantuan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perkumpulan Catur Wangsa Indonesia (PCWI) untuk terus mengawal dan memperjuangkan harta miliknya itu. 

Kuasa Hukum Siti Hadidjah, Erwin Fandra Manullang mengatakan aneh bin ajaib ketika tanah kliennya tak pernah merasa dijual belikan akan tetapi bisa terbit SHGB. 

Erwin mengungkapkan,  keberatan atas surat balasan Lurah Pondok Ranji Nomor. 594.3/91/Pd.R/2021, tanggal 13 November 2021, yang pada esensinya menyebutkan bahwa diatas tanah persil 9 D IV Persil C 1352 seluas 6000 Meter Persegi terletak di Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, telah terdapat Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor 1655, GS Nomor: 22847, tertanggal 28 Juli 1997 seluas 71.502 M2. 

Menurutnya, Lurah Pondok Ranji keliru dalam menjawab balasan surat yang dilayangkan oleh LBH Catur Wangsa Indonesia pada tanggal 11 November 2021. 

“Saya rasa Lurah sangat tidak mengedepankan prinsip keterbukaan informasi publik (KIP, Red) atas jawaban suratnya. Dalam suratnya tanggal 13 November 2021, disebut bahwa diatas tanah Persil 9 D IV Persil C terdapat SHGB 1655. Tapi Lurah tidak memberikan lampiran yang detil dan komprehensif berupa dokumen-dokumen atau pun bukti surat-surat terkait riwayat terbitnya SHGB 1655. Anehnya Lurah malah melampirkan copyan surat dari PT. JRP, tanggal 12 November 2021, perihal informasi status tanah,” papar Erwin. 

Erwin menambahkan, berdasarkan Akta Jual Beli Nomor 590/1142/JB/KEC.CPT/1987, tanggal 26 Mei 1987, Siti Hadidjah merupakan pemilik yang sah atas tanah persil  9 D IV Girik Letter C 1352 seluas 6000 Meter Pesegi, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangsel. 

“Klien kami adalah pemilik yang sah, bahwa Ibu Siti Hadidjah selaku pembeli tanah tersebut dari Surya Darma bertindak sebagai penjual yang merupakan ahli waris almarhun A Basim Nuran,” tuturnya. 

“Dibuktikan melalui surat penjelasan yang di buat oleh Camat Ciputat, tertanggal 01 Desember 2021. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa Akta Jual Beli 590/1142/JB/KEC.CPT/1987 tercatat di kantor Kecamatan Ciputat, pada buku register dengan nomor urut 1142. Artinya ibu Siti Hadidjah pemilik yang sah secara hukum. Tapi kenapa bisa terbit SHGB 1655 diatas tanah tersebut. Padahal sejak membeli tanah tersebut hingga saat ini, Ibu Siti Hadidjah tidak Pernah menjual tanahnya kepada siapa pun. Aneh bila terbit SHGB. Jadi belum ada peralihan yang sah secara hukum,” beber Erwin. 

Terpusah, Tim Legal PT JRP, Fachrullian saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya belum mengetahui hal tersebut. Kendati demikian lahan yang dimilikinya sudah berupa SHGB. 

“Itu tadi, kami sudah. Sebenarny ceritanya sama dengan A. Basim, kami membeli dari PT Permadani,  kami sudah SHGB. Kalau muncul dengan dasar-dasar seperti ini kami juga tidak mengetahui. Dasarnya sama dari PT Permadani,” ujarnya.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.