ILO Work In Fishing Convention (C188), Instrumen Khusus Perlindungan Awak Kapal Ikan

by -19 views
Berita Terkini

JMOL. ILO (2007) Work in Fishing Convention atau dikenal dengan “C188” adalah instrumen internasional yang mengatur bentuk-bentuk perlindungan kepada awak kapal perikanan dan mekanisme untuk memastikan kapal ikan mempekerjakan awak kapal dengan kondisi yang layak. C-188 menetapkan perlindungan yang sifatnya khusus untuk industri perikanan tangkap yang memiliki resiko tinggi (3D: Dirty, Difficult, Dangerous).

Konvensi ini diadopsi oleh ILO (International Labour Organization) pada tahun 2007 dan berlaku (enter into force) sejak tahun 2017. Terdiri atas sembilan bagian (Bab), berisi syarat-syarat minimum layanan, usia, pengupahan, kontrak kerja, akomodasi dan makanan; perlindungan kesehatan dan perawatan medis, jaminan sosial, serta kepatuhan dan penegakan aturan.

Unduh C188 dalam bahasa Indonesia di sini

Awak kapal ikan adalah subyek dari konvensi ini. Yang dimaksud Awak kapal ikan dalam C188 adalah setiap orang yang bekerja atau dipekerjakan, dalam kapasitas apapun, di kapal ikan, termasuk mereka yang dibayar berdasarkan pembagian hasil tangkap. Yang tidak termasuk awak kapal ikan adalah mualim, aparat negara, pekerja berbasis darat yang sedang bertugas di kapal ikan.

C188 diberlakukan terhadap semua kegiatan penangkapan ikan komersil. Dikecualikan bagi kegiatan penangkapan ikan tradisional (kebutuhan makan sehari-hari) dan penangkapan ikan rekreasi seperti memancing.

Diterapkan untuk semua jenis kapal atau perahu yang digunakan untuk operasi penangkapan ikan secara komersil. Namun, khusus untuk kapal ikan dengan panjang 24 meter ke atas dan kapal ikan yang melaut selama tiga hari atau lebih, dikenakan persyaratan tambahan yang lebih ketat. Kapal yang hanya digunakan untuk pengangkutan dan pengolahan ikan, karena secara operasional seperti kapal niaga maka mengacu pada Maritime Labour Convention (MLC) 2006.

Manfaat Ratifikasi

Di dalam buku Fishing Vessel Safety yang dipublikasikan (2/9/2020) oleh FAO bersama ILO dan IMO, disebutkan terdapat sejumlah keuntungan meratifikasi dan menerapkan C188.

Baca: IMO, ILO, dan FAO Luncurkan Buku “Fishing Vessel Safety”

Bagi negara bendera (flag states), meratifikasi dan menerapkan C188 akan meningkatkan kualitas kondisi kerja dan kehidupan pekerja (warga negara dan asing) di kapal ikan yang mengibarkan bendera mereka.

Bagi negara pantai dan pelabuhan (coastal states, port states), C188 akan meningkatkan kualitas kehidupan dan tempat kerja awak di atas kapal ikan berbendera asing yang mengunjungi pelabuhan atau beroperasi di perairan negara pantai.

Negara pembeli ikan (market state) yang meratifikasi Konvensi C188, dapat mempertanggung jawabkan kepada warganya bahwa ikan yang beredar di pasar-pasar domestik, ditangkap oleh kapal ikan yang tidak melanggar hak-hak dasar pekerjanya.

Ratifikasi dan implementasi C188 secara luas akan menciptakan iklim persaingan bisnis yang sehat bagi semua pelaku usaha perikanan tangkap, dan mengurangi risiko adanya kondisi kerja yang buruk dan tidak layak, termasuk meminimasi terjadinya praktek perbudakan di atas kapal ikan.

Dengan kondisi kesehatan dan keselamatan yang lebih baik, maka biaya ikutan lainnya seperti kompensasi jika terjadi kecelakaan kerja, akan terpangkas. Kondisi kerja yang baik akan menghasilkan retensi dan rekrutmen awak kapal yang lebih baik pada industri perikanan tangkap.

Konsekuensi Ratifikasi

Ratifying states atau negara-negara peratifikasi C188 harus menunjuk otoritas atau lembaga negara yang kompeten, menetapkan mekanisme koordinasi di antara otoritas yang relevan di tingkat nasional dan lokal, dan mendefinisikan fungsi dan tanggung jawabnya terkait implementasi C188.

Otoritas yang ditunjuk tersebut harus menetapkan sistem untuk memastikan kepatuhan terhadap persyaratan konvensi C188, meliputi inspeksi, pelaporan, pemantauan, prosedur pengaduan, hukuman yang sesuai dan tindakan korektif, sesuai dengan hukum atau peraturan nasional.

Untuk kapal ikan yang melaut selama lebih dari tiga hari, kapal ikan dengan panjang minimal 24 meter atau kapal ikan yang berlayar sangat jauh dari garis pantai, pihak otoritas harus menerbitkan dokumen yang sah yang menyatakan bahwa kapal tersebut telah diinspeksi sesuai ketentuan konvensi C188.

Bagaimana mengimplementasikan C188 dapat dilihat pada “Work in Fishing Recommendation (R199)”, yang diterbitkan ILO bersamaan dengan adopsi C188. Unduh di sini.

No More Favourable Treatment

C188 berlaku untuk semua kapal ikan komersil yang mengibarkan bendera Negara peratifikasi dengan menerapkan prinsip “no more favourable treatment”. Prinsip ini memastikan bahwa kapal ikan dari Negara bendera yang belum meratifikasi C188 tidak akan menerima perlakuan yang lebih baik dibandingkan kapal ikan yang mengibarkan bendera negara yang telah meratifikasi C188.

Berdasarkan prinsip “no more favourable treatment” tersebut, negara pelabuhan (port state), yang telah meratifikasi C188, dapat memeriksa setiap kapal ikan asing yang bersandar. Negara Pelabuhan dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi apapun di kapal yang jelas-jelas berbahaya bagi keselamatan atau kesehatan. ILO mengatur prosedur inspeksi kapal ikan dalam buku Guidelines for port State control officers (ILO, 2010).

Bentuk Perlindungan

Usia

Konvensi C188 menetapkan usia minimum untuk bekerja di kapal penangkap ikan adalah 16 tahun, atau 15 tahun untuk orang yang sudah mengalami pelatihan atau bekerja magang di bidang perikanan. Negara bendera dapat menaikkan batas minimal usia, umumnya 18 tahun, jika usia 16 dinilai belum cukup.

Kesehatan

Konvensi tersebut menetapkan bahwa tidak ada awak kapal yang boleh bekerja di atas kapal ikan tanpa sertifikat medis yang valid. Pihak berwenang yang berkompeten harus menetapkan sifat pemeriksaan medis, bentuk serta isi sertifikat medis. Pembebasan persyaratan medis di atas boleh diberikan kepada awak kapal yang bekerja di kapal panjang di bawah 24 meter dan tidak melaut lebih dari tiga hari.

Jam Kerja

Konvensi mensyaratkan bahwa kapal memiliki awak yang memadai dan nelayan memiliki periode istirahat reguler yang cukup panjang untuk tetap sehat dan aman. Persyaratan lebih lanjut ditetapkan untuk kapal dengan panjang lebih dari 24 meter dan kapal di laut lebih dari tiga hari.

Perjanjian Kerja

Awak kapal berhak memiliki perjanjian kerja tertulis yang mereka pahami.

Pemilik kapal atau pemberi kerja wajib memastikan setiap awak kapal memiliki perjanjian kerja yang tertulis, yang ditandatangani oleh awak kapal dan pemilik kapal atau perwakilan resmi dari pemilik kapal atau pemberi kerja.

Setiap kapal wajib membawa daftar awak kapal dan rinciannya. Salinan daftar tersebut harus diberikan kepada petugas yang ditunjuk di darat, sebelum atau segera setelah kapal meninggalkan pelabuhan.

Gaji dan Biaya Repratiasi

Awak kapal digaji secara bulanan atau secara reguler lainnya. Awak kapal harus memperoleh fasilitas untuk mengirim semua atau sebagian dari gaji kepada keluarga mereka tanpa dikenakan biaya tambahan.

Biaya repatriasi awak kapal, baik karena perjanjian kerja berakhir, atau alasan lainnya, akan ditanggung oleh pemilik kapal. Jika pemilik kapal tidak memenuhinya, maka Negara bendera yang harus menanggungnya.

Perawatan Medis dan Kecelakaan Kerja

Setiap kapal ikan harus membawa peralatan medis dan obat-obatan, serta memiliki setidaknya satu orang awak yang mampu menggunakan peralatan medis dan obat-obatan tersebut. Kapal harus dilengkapi peralatan komunikasi radio atau satelit untuk berkomunikasi dengan orang atau layanan di darat, yang dapat memberikan nasehat medis. Awak kapal berhak untuk dibawa ke darat pada waktu yang tepat untuk perawatan medis jika terjadi cedera atau penyakit serius.

Untuk mencegah dan mengurangi risiko kecelakaan kerja, nelayan mendapatkan pelatihan, dan penilaian atas risiko yang mungkin terjadi.

Jika sakit, kecelakaan atau cedera yang berhubungan dengan pekerjaan, awak kapal harus memiliki akses ke perawatan medis, dan kompensasi, yang dijamin oleh sistem perlindungan dari pemilik kapal, asuransi, kompensasi, atau skema lainnya.

Baru 19 Negara

Walau terbilang lengkap, Konvensi C188 dirancang fleksibel dan bertahap. Berisi klausul-klausul yang memudahkan dengan harapan tidak menghambat dan membebani negara-negara untuk meratifikasinya. ILO berharap C188 diratifikasi secara luas.

Thailand pada 30 Januari 2019 menjadi negara asia pertama yang meratifikasi C188. Sektor perikanan tangkap dan industri seafood menyumbang 6 milyar dollar nilai ekspor negara tersebut. Memperkerjakan 600 ribu orang, dimana sekitar separuhnya merupakan pekerja migran.

Selain Thailand, C188 baru hanya diratifikasi oleh 18 negara, yaitu Angola, Argentina, Bosnia and Herzegovina, Kongo, Estonia, Prancis, Lithuania, Maroko, Namibia, Norwegia, Senegal, Afrika Selatan, Inggris, Denmark, Belanda, Irlandia Utara, Polandia, dan Portugal.

Baca:  Tuntaskan PP Perlindungan ABK Kapal Ikan dan Ratifikasi Konvensi ILO C-188

Indonesia belum meratifikasi C188. Begitu pula Taiwan, Korea Selatan, idan China. Padahal, diperkirakan ada belasan ribu pekerja migran Indonesia yang bekerja di kapal ikan yang berbendera ketiga negara tersebut. [AS/AF]

Baca Selengkapnya..