Indonesia Negara Berdaulat dan Berperikemanusiaan

by -16 views

Jamaninfo, Jakarta: Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Sultan B Najamudin mendukung langkah Kejaksaan Agung yang menerapkan hukuman mati bagi para terdakwa extra ordinary crime, seperti yang dilakukan oleh pelaku kekerasan seksual asal Bandung Herry Wirawan.

Menurut dia, langkah Kejaksaan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara berdaulat yang menjunjung tinggi hukum dan nilai-nilai kemanusiaan universal.

“Negara melalui para penegak hukum berhak menuntut hukuman yang setimpal bagi para pelaku kejahatan luar biasa, bahkan dengan hukuman mati sekalipun. Filosofi dan kedudukan kita jelas, bahwa Indonesia adalah negara hukum berdaulat yang berperikemanusiaan”, tegas Sultan melalui keterangan resminya, Jumat (14/1/2022).

Menurutnya, setiap bangsa memiliki standar moral yang berbeda. Demikian juga standar nilai kemanusiaan. Bangsa Indonesia tidak hanya menghormati hak hidup seseorang, tapi juga hak untuk diperlakukan secara manusiawi oleh individu lainnya. 

“Jika kita sepakat bahwa apa yang dilakukan oleh terdakwa sangat tidak manusiawi, maka adalah adil dan wajar bagi hukum untuk mencabut hak hidupnya secara paksa. Sorotan HAM internasional tidak pernah bertanggungjawab atas dampak kejahatan yang ditimbulkan pelaku bagi korban. Artinya, mereka sedikitpun tidak berhak mengintervensi keputusan hukum Indonesia, kecuali kita mengizinkannya”, ujar mantan Wakil Gubernur Bengkulu tersebut.

Hukuman mati, tambah Sultan, harus menjadi wujud kedaulatan dan solusi hukum Indonesia pada semua jenis kejahatan berat yang berdampak luas. Termasuk bagi kejahatan keuangan dengan nilai triliunan rupiah.

“DPD RI selalu mendukung setiap keputusan hukum lembaga penegakan hukum Indonesia baik KPK dan Kejaksaan juga lembaga kehakiman dalam mewujudkan keadilan di negeri ini. Sehingga tidak boleh ada pihak manapun yang berpikiran untuk mendikte ketetapan hukum Indonesia”, tutupnya.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.