Indonesia Siap Fasilitasi Proses “Crew Change” Internasional

by -61 views
Berita Terkini

JMOL. Pertemuan tingkat tinggi “Maritime Summit on Crew Change” digelar pada 9 Juli 2020. Pertemuan secara daring ini digagas oleh Inggris dengan undangan terbatas kepada 17 negara, yaitu Filipina, Indonesia, Jepang, India, Australia, Jerman, Prancis, Denmark, Norwegia, Belanda, Arab Saudi, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Singapura, Brazil, dan Kanada. Pertemuan juga dihadiri oleh 6 organisasi Internasional, yaitu IMO, UK Chamber of Shipping, International Chamber of Shipping, Maritime UK, ILO dan ITF.

“Summit” akan dipimpin oleh Menteri Kelautan Inggris Kelly Tolhurst. Sekjen IMO, Lim Kitack akan menjadi pembicara pembuka. Sementara Indonesia akan diwakili oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Pertemuan diharapkan akan menelurkan “Joint Ministerial Statement” yang berisi dukungan dan komitmen negara-negara untuk mempermudah pergantian awak kapal/crew change.

Saat ini, sekitar 400.000 pelaut di seluruh dunia berada dalam situasi ketidakpastian. Mereka tidak dapat naik atau turun dari kapal karena adanya kebijakan pembatasan perjalanan. Terdiri dari pelaut yang telah habis masa tugas lautnya (dan berhak mengambil libur), dan pelaut pengganti yang menunggu (di darat) untuk bertugas di laut. Kondisi ini menimbulkan resiko pada turunnya safety pelayaran dan pelanggaran atas hak-hak pelaut. Padahal, pelaut adalah profesi kunci yang memungkinkan distribusi barang antar negara tetap berlangsung di tengah pandemik Covid-19.

Baca: Gelombang “Crew Changes” Libatkan Ratusan Ribu Pelaut Mulai Juni 2020

Fasilitasi Crew Change

Sejak sebulan lalu, komunitas maritim dunia menggalang kampanye untuk mendesak negara-negara di dunia untuk memberi perhatian khusus kepada pelaut.

Yang pertama pada 1 Mei 2020 dengan tagar #HeroesAtSeaShoutout. Yang kedua pada 8 Juli hari ini dengan tajuk. Global Calling All Ships In Ports Worldwide: Sound Your Horns. Pada yang kedua ini, 3 (tiga) long blast atau tiga bunyi panjang dibunyikan untuk menyambut Maritime Summit on Crew Change di atas.

Di Indonesia, Kementerian Perhubungan Cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut ikut mendukung dengan mengajak seluruh kapal, baik yang sedang bersandar ataupun berlabuh untuk membunyikan suling kapal dalam bentuk 3 (tiga) long blast atau tiga bunyi panjang secara bersamaan pada pukul 12 siang hari ini, Rabu (8/7).

“Kampanye ini merupakan aksi pendahuluan untuk mewujudkan kemudahan pergantian awak kapal di saat krisis akibat Pandemi Covid-19,” ujar Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Sudiono.

Pemerintah Indonesia menyatakan akan berperan aktif memberi kemudahan pergantian awak kapal/crew change. Salah satunya dengan memfasilitasi pelayaran Internasional yang memerlukan pergantian awak kapal di wilayah Indonesia. Berbagai kemudahan akan diberikan sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. [AF]

Baca Selengkapnya..