Indonesia-Singapura Sepakati Travel Corridor Arrangement

by -11 views
Berita Terkini

, Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Singapura telah mengimplementasikan penuh Travel Corridor Arrangement (TCA) atau juga dikenal dengan Reciprocal Green Lane (RGL). Skema ini khusus diperuntukkan bagi WNI dan warga negara Singapura yang ingin melakukan perjalanan bisnis mendesak, perjalanan diplomatik dan kedinasan.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan sejumlah ketentuan yang disepakati kedua negara akan diterapkan sebagai suatu prosedur keberangkatan dan kedatangan.

“Sejumlah check point akan dilalui oleh penumpang rute Indonesia – Singapura yang memanfaatkan jalur TCA/RGL ini, di mana prosedur yang diterapkan fokus pada aspek kesehatan,” ujar Awaluddin, di Jakarta, Sabtu (17/10/2020).

Alur keberangkatan traveler di Bandara Soekarno-Hatta dalam skema TCA/RGL di rute Indonesia – Singapura, yang pertama Traveler melalui thermal scanner di terminal penumpang pesawat, kemudian Traveler menuju counter check in maskapai untuk kemudian menunjukkan hasil test PCR yang berlaku 72 jam dan kemudian melakukan verifikasi aplikasi e-HAC (electronic health alert card), dan akhirnya melakukan proses penerbangan.

Sementara, untuk alur kedatangan traveler di Bandara Soekarno-Hatta dalam skema TCA/RGL di rute Indonesia – Singapura, adalah Traveler landing tiba di terminal kedatangan, kemudiqn Traveler menuju check point clearance aplikasi e-HAC yang sudah diisi sebelum keberangkatan, lalu Traveler memproses imigrasi dan bea cukai, dan Traveler menuju check point pemeriksaan PCR test. Apabila dinyatakan negatif, traveler dapat melanjutkan ke tujuan akhir di Indonesia. Jika hasil positif, traveler akan mengikuti proses karantina.

“Pengecekan hasil PCR test akan dilakukan dua kali yakni saat keberangkatan dengan surat hasil maksimal 72 jam, dan kemudian traveler akan menjalani PCR test saat kedatangan di bandara. Saat ini PT Angkasa Pura II tengah menyiapkan Laboratory Test Facilities di Bandara Soekarno-Hatta,” lanjut Awaluddin.

Sebagai rute internasional tersibuk ke-3 di dunia pada tahun 2019 (berdasarkan laporan dari OAG), sepanjang tahun lalu terdapat 27.046 penerbangan yang dilayani oleh 7 maskapai di rute tersebut yaitu Garuda Indonesia, Singapore Airlines, Lion Air, Jetstar Asia, Indonesia AirAsia, Scoot, dan Batik Air.

Namun seiring dengan pandemi COVID-19, jumlah penerbangan di rute Jakarta – Singapura mengalami penurunan. Pada Januari 2020 jumlah penerbangan masih di sekitar sekitar 2.500 penerbangan lalu turun di September 2020 menjadi sekitar 300 penerbangan.

TGA/RGL yang diterapkan ini sebagai langkah optimalisasi penerbangan rute Indonesia – Singapura sehingga dapat tetap berkontribusi mendukung aktivitas dan perekonomian.

PT Angkasa Pura II memastikan penerapan TCA/RGL di Bandara Soekarno-Hatta akan berjalan lancar.

Selengkapnya…