Inovasi Cegah Stunting, BKKBN: Adanya Perubahan Baru

by -15 views

Jamaninfo, Jakarta: Melalui acara Anugerah Inovasi Cegah Stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama dengan Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) dan The Habibie Institute For Public Policy and Governance (HIPPG) memberikan sebuah penghargaan Inovasi Cegah Stunting pada sejumlah pihak di sejumlah daerah di Indonesia. 

Dalam acara tersebut telah ditetapkan sejumlah pemenang yang terdiri dari dua juara dalam sejumlah kategori. Penetapan nama pemenang telah diselenggarakan pada Selasa (25/11/2021), dengan daftar sebagai berikut:

  • Kategori Edukasi Masyarakat:
  1.  Sumarji dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dengan CETING E ABAH KOLEL
  2.  Karimatur Rizqi, S.Gz dari Pekalongan, Jawa Tengah, dengan PUSPA KUNING.
  • Kategori Kolaborasi Lintas Sektor:
  1. Sofiana Nur Khasanah dari Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dengan Sehati. 
  2. Dardimansyah, SE, MSI dari Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, dengan Aksi Stunting. 
  • Kategori Penggunaan Teknologi Informasi:
  1. Prof. Rosmala Nur dari UNTAD Palu, Sulawesi Tengah, dengan aplikasi MOM’s CARE.
  2. Hj. Tuti Roswati dari Sumedang, Jawa Barat, mengenai aplikasi SIMPATI
  • Kategori Pemberdayaan Masyarakat:
  1. Dedik Kurniawan dari Kabupaten Malang, Jawa Timur, dengan UKM Flash.
  2. Ramalis Subandi dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dengan Ruang Riung Ceria. 
  • Kategori Pengolahan Pangan Lokal:
  1. Suharmianti Mentari, A.Md.Gz dari Kabupaten  Natuna, Kepulauan Riau, dengan Gasing Permata. 
  2.  Dwi Fajar Ulfah dari Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta, dengan Beting Manja. 
  • Kategori Lainnya:
  1.  Kamaria K.Lamanele dari Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan Gerobak Cinta. 
  2.  Yuzak Totok Krido Saksono dari Kabupaten Tolikara, Papua, dengan Gizi 1000 HPK.

Para pemenang sendiri telah ditentukan berdasarkan persetujuan para juri yang terdiri dari staff BKKBN, HIPPG dan ADINKES. Untuk juara pertama mendapatkan Rp10 juta, dan untuk juara kedua mendapatkan Rp5 juta, berlaku untuk semua kategori. 

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo mengatakan dirinya merasa bangga dengan adanya inovasi yang banyak muncul untuk membawa sebuah perubahan.

“Saya senang sekali pada kesempatan kali ini karena banyak sekali inovasi-inovasi yang membawa perubahan yaitu menjadi perubahan untuk mengubah tatanan, kemudian ada cara-cara baru,” kata Hasto dalam acara anugerah Inovasi Cegah Stunting yang disiarkan virtual, Kamis (25/11/2021).

Selain itu, ia juga optimis bahwa amanah yang diberikan Presiden Jokowi untuk menurunkan angka stunting di 2024, dapat berjalan dengan lancar dan tercapai dengan adanya inovasi yang terus muncul. 

“Mudah-mudahan amanah yang diberikan bapak Presiden tentang penurunan stunting di 2024 bisa tercapai, saya berharap di acara apresiasi seperti ini bisa dilakukan secara periodik dan kepala daerah juga melakukan,” jelas Hasto. 

Tidak hanya itu, Direktur Eksekutif HIPPG FIA UI Widya Leksmanawati Habibie sendiri selaku penyelenggara menjelaskan jika terdapat 185 peserta yang mengikuti seleksi Inovasi Cegah Stunting. 

“Pengiriman proposal inovasi ini tersebar di 95 kabupaten/kota di 26 provinsi, dengan 6 pilihan kategori. Provinsi yang mengirimkan proposal terbanyak dari Jawa Tengah yaitu dengan 31 proposal. Kabupaten/kota yang mengirimkan proposal terbanyak dari Kota Kendari dengan 13 proposal,” jelas Widya.  

Bahkan, Ketua Umum PP ADINKES, M. Subuh juga ikut mengucapkan selamat kepada para pemenang dan berharap setiap daerah dapat menjaga inovasi dan memperluas inovasi yang telah dilakukan. 

“Selamat saya ucapkan kepada inovator yang berhasil dan semoga nantinya akan menjadi suatu pedoman bagi teman-teman kita di daerah yang lain” ucap Subuh. 

“Tentunya ADINKES bersama HIPPG akan terus mendukung tiap daerah untuk meningkatkan Inovasi stunting dan dinas kesehatan memiliki peran penting untuk melakukan inovasi baik itu pendekatan positif maupun spesifik. Sehingga kita yakin bahwa apa yang dicitakan oleh pemerintah untuk menurunkan angka stunting bisa terlaksana dengan baik,” tutupnya. 

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.