Intip Pembangunan Proyek PLTA Peusangan Aceh Tengah

by -16 views

Jamaninfo, Takengon: Proses pekerjaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan, Aceh Tengah terus dikebut. 

Sejumlah wartawan termasuk jurnalis rri.co.id berkesempatan untuk melihat progres pekerjaan pembangunan PLTA Peusangan yang berada di lokasi Power House 1 yang berada di Desa Remeson, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Rabu (7/4/2021). 

Untuk menuju ke titik lokasi proyek pembangunan harus memasuki terowongan sejauh satu kilometer pada kedalaman 155 meter dari atas permukaan jalan dengan kendaraan roda empat.

Sejumlah pekerja terlihat terus memacu pekerjaan menyelesaikan pondasi turbin dan sejumlah terowongan saluran air. 

General Manager PT. PLN Unit Induk Wilayah Aceh Abdul Mukhlis mengatakan, proyek PLTA Peusangan itu berkapasitas 88 Mega Watt. 

Menurutnya, proyek ini mulai dikerjakan sejak tahun 1998 dengan anggaran yang telah dihabiskan sekitar Rp 5 Triliun. 

Abdul mengungkapkan, proyek pembangunan PLTA Peusangan sempat mengalami kendala sehingga terhenti. 

“Awalnya proyek itu sempat terhenti karena bencana gempa bumi dan konflik Aceh. Kemudian pada tahun 2011 pekerjaan pembangunan PLTA Peusangan kembali dilanjutkan,” ujarnya. 

Dikatakan Abdul, pekerjaan proyek PLTA ini berada di dua lokasi yaitu di Power House 1 dan Power House 2. 

“Target selesai pada Power House 2 pada tahun 2022 dan Power House 1 pada tahun 2023. Insya Allah tidak ada lagi kendala teknis, kita berharap pada tahun 2023 mulai beroperasi,” jelasnya. 

Abdul Mukhlis menegaskan, proyek PLTA Peusangan terus dikerjakan agar cepat selesai sesuai target. 

“Kalau terowongan sudah di cor dikasih besi, secara teknis tidak masalah lagi, cuma kalau dari luar memang nggak keliatan ada pekerjaannya, tapi di dalam pekerja terus bekerja,” sebutnya. 

Terkait soal anggaran pembangunan PLTA Peusangan, berasal dari investasi dari luar negeri sekitar 83 persen. Selebihnya dari PLN. 

“Dana investasinya pinjaman dari Jepang, sebagain dari lokal sini. Di Power House 1 berkapasitas 44 MW dan Power House 2 berkapasitas 44 MW,” terangnya. 

Dengan beroperasinya PLTA Peusangan ini, maka, lanjut Mukhlis, kapasitas listrik di Aceh akan melebihi atau surplus. 

“Saat ini listrik Aceh mengalami surplus. Pada tahun 2020 daya listrik PLN di Aceh mencapai 641,7 MW. Sementara beban puncak hanya 523,4 MW. Sehingga listrik Aceh surplus 118,3 MW. Jika beroperasi PLTA Peusangan, maka kapasitas listrik di Aceh akan bertambah lagi,” jelasnya. 

“Ini bisa meningkatkan ekonomi Aceh, nantinya bisa kita suplay ke sejumlah daerah bahkan bisa ke Banda Aceh, kalau lebih juga maka bisa kita jual hingga ke Provinsi tetangga,” pungkasnya. (DNS)

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…