Jam Tubuh Terganggu Mendorong Peradangan Sel-sel Imunitas

by -21 views

Jamaninfo, Dublin: Jam tubuh yang tidak teratur memainkan peran penting dalam mendorong peradangan sel-sel kekebalan tubuh menurut penelitian terbaru dari RCSI  yang berimplikasi pada penyakit paling serius dan umum pada manusia.

Diterbitkan di Frontiers in Immunology, penelitian ini dipimpin oleh School of Pharmacy and Biomolecular Sciences di Royal College of Surgeons in Ireland (RCSI) University of Medicine and Health Sciences.

Jam tubuh sirkadian menghasilkan ritme 24 jam yang menjaga manusia tetap sehat dan sesuai dengan siklus siang/malam. Ini termasuk mengatur ritme sel kekebalan tubuh (bawaan) yang disebut makrofag. Ketika ritme sel ini terganggu (karena hal-hal seperti pola makan/tidur yang tidak menentu atau kerja shift), sel-sel menghasilkan molekul yang mendorong peradangan. 

Hal ini dapat menyebabkan penyakit inflamasi kronis seperti penyakit jantung, obesitas, arthritis, diabetes dan kanker, dan juga memengaruhi kemampuan kita dalam melawan infeksi.

Dalam studi ini, para peneliti melihat sel-sel kekebalan kunci yang disebut makrofag dengan dan tanpa jam tubuh dalam kondisi laboratorium. Mereka tertarik untuk memahami apakah makrofag tanpa jam tubuh mungkin menggunakan atau ‘memetabolisme’ bahan bakar secara berbeda, dan apakah itu mungkin alasan sel-sel ini menghasilkan lebih banyak produk inflamasi.

Para peneliti menemukan bahwa makrofag tanpa jam tubuh mengambil jauh lebih banyak glukosa dan memecahnya lebih cepat daripada sel normal. Mereka juga menemukan bahwa, di mitokondria (pembangkit tenaga energi sel), jalur di mana glukosa dipecah lebih lanjut untuk menghasilkan energi sangat berbeda dalam makrofag tanpa jam. Hal ini menyebabkan produksi spesies oksigen reaktif (ROS) yang selanjutnya memicu peradangan, seperti dikutip dari RCSI University of Medicine and Health Sciences, Kamis (25/11/2021).

Dr George Timmons, penulis utama studi tersebut, mengatakan, “Hasil kami menambah pada pertumbuhan tubuh yang bekerja yang menunjukkan mengapa gangguan jam tubuh kita menyebabkan penyakit inflamasi dan infeksi, dan salah satu aspeknya adalah penggunaan bahan bakar pada tingkat kekebalan sel utama seperti makrofag.”

Dr Annie Curtis, Dosen Senior di RCSI School of Pharmacy and Biomolecular Sciences dan penulis senior di makalah tersebut, menambahkan, “Studi ini juga menunjukkan bahwa apa pun yang berdampak negatif pada jam tubuh kita, seperti kurang tidur dan tidak cukup siang hari, dapat berdampak pada kemampuan sistem kekebalan kita untuk bekerja secara efektif.”

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.