Wednesday , November 20 2019
Home / Nasional / JAMAN: Mental kemandirian Sebagai Jawaban Masalah Bonus Demografi di Era Revolusi 4.0
JAMAN: Mental kemandirian Sebagai Jawaban Masalah Bonus Demografi di Era Revolusi 4.0

JAMAN: Mental kemandirian Sebagai Jawaban Masalah Bonus Demografi di Era Revolusi 4.0

JamanInfo.com – Cirebon (9/11), Saat ini Indonesia berada pada fase pertumbuhan penduduk yang tinggi dan dapat disebut akan mengalami bonus demografi. Fase tersebut perlu dikelola dengan baik agar Indonesia mendapatkan peluang dari kondisi tersebut. Akan tetapi fase tersebut bersamaan dengan perkembangan revolusi industri 4.0 yang hingga saat ini menimbulkan berbagai kekhawatiran dari banyak pihak.

Menurut Ketua Umum DPP Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) Iwan Dwi Laksono, menyikapi era Revolusi Industri 4.0 dan bonus demografi, harus dengan mental kemandirian. Sehingga, penguatan kemandirian bangsa menjadi keniscayaan baik dari sisi ekonomi, politik, budaya maupun sosial.

Hal itu disampaikan Iwan Dwi Laksono saat menghadiri acara diskusi nasional bersama DPK JAMAN Cirebon dan Pengurus Senat Mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati yang bertema “Akankah Bonus Demografi di Era Revolusi Industri 4.0 Membuat Gelombang Pengangguran di Indonesia?,” di Continuum Kitchen, Jalan Perjuangan Kota Cirebon, Kamis (7/11).

Menurut Iwan ada 5 hal yang harus dilakukan pemerintah terkait revolusi industri

Pertama, pemerintah akan dinilai berhasil ketika dapat mencermati perubahan struktur penduduk.

Yang kedua adalah bagaimana peran pemerintah dapat menjaga kesehatan ibu dan anak.

“karena asupan gizi anak penting, jadi kita harus dukung pemerintah untuk memperhatikan kesehatan ibu dan anak” kata Iwan.

Adapun poin yang ke tiga adalah investasi di bidang pendidikan. Guna meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Poin ke empat adalah kebijakan ekonomi untuk menciptakan lapangan kerja.

Selanjutnya, poin ke lima adalah Good Governance dan kebijakan investasi.

“Semua elemen-elemen tersebut harus menjadi satu kesatuan yang tidak boleh terpisah,” tegas Iwan.

Ketua UMUM JAMAN ini berharap agar kita sebagai penduduk yang masih termasuk usia produktif, jangan sampai lelah untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang dapat menciptakan lapangan kerja dan inisiatif yang bermanfaat bagi masyarakat bangsa dan Negara sehingga ada feedback keuntungan untuk kita sendiri.

“Revolusi Industri 4.0 jika tidak dibarengi dengan penguatan kemandirian ekonomi nasional hanya akan menguatkan Indonesia sebagai negara konsumen belaka,” kata Iwan.

Selanjutnya menurut Pembina Jaman Jawa Barat, Yosep Yusdiana, bonus demografi yang dimiliki negara Indonesia akan menjadi Lost Generation jika pemerintah tidak mengontrol perkembangan Revolusi Industri 4.0 untuk sepenuhnya kepentingan rakyat.

“Rumus dasar teknologi ini diadakan untuk memudahkan urusan manusia , namun ketika itu merumitkan manusia itu artinya bukan teknologi,” jelas Yosep.

Menurut pembina JAMAN Jawa Barat ini, adaptasi terhadap Revolusi Industri 4.0 akan menimbulkan konflik Man vs Man and Man vs Machines jika negara Bu tidak menjadi kekuatan kontrol atas kekuatan luar yang makin mendominasi perkembangan ekonomi dan politik nasional.

About redaksi

Check Also

Indonesia Ajak Malaysia Implementasikan Program Mandatori B30

Indonesia Ajak Malaysia Implementasikan Program Mandatori B30

JamanInfo.com – Kuala Lumpur (20/11), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Indonesia telah berhasil …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *