Jelang Nataru, Pemkot Madiun Awasi Tempat Kerumunan

by -16 views

Jamaninfo, Madiun: Pemerintah Kota Madiun akan melaksanakan pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan (prokes) di tiga tempat menjelang Perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Yalni mulai 24 Desember hingga 2 Januari mendatang. Tiga tempat itu yakni Gereja/tempat yang difungsikan sebagai tempat ibadah pada saat perayaan Natal, tempat perbelanjaan dan tempat wisata lokal.

Hal itu menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 62/2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada Natal dan Tahun Baru. Wali Kota Madiun, Maidi mengatakan, Satgas penanganan covid-19 juga akan memberlakukan kebijakan sesuai pada Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, meski saat ini Kota Madiun berstatus level 1.

“Ini harus kita sadari bersama. Jangan sampai ke belakang ada masalah. Semakin kita mundur, kebebasan pasti akan hilang, kita akan kejerat lagi, tentu kita mengalami banyak kesulitan nanti. Makanya aturan itu harus kita taati dan kita jalankan bersama,” ujarnya, Kamis (25/11/2021).

Maidi menyebut, untuk gereja atau tempat ibadah lainnya juga akan diperketat pengawasannya. Jika perlu tim Satgas Penanganan Covid-19 akan terjun ke lapangan. Selain itu dirinya menyarankan pengurus gereja untuk mengajukan rapid tes antigen ke Pemkot Madiun. Ini untuk memastikan jemaat yang akan melaksanakan ibadah di gereja sehat, tanpa khawatir terpapar virus corona.

Pengetatan yang sama juga akan diberlakukan di pusat berbelanjaan dan tempat wisata. Tidak menutup kemungkinan, petugas kesehatan akan turun untuk melakukan rapid tes antigen acak. Termasuk bagi warga luar kota yang masuk ke Kota Madiun.

“Insya allah warga luar kota yang datang kesini kita awasi, kita curigai. Kita kan masih punya antigen cukup banyak, nanti akan kita sidak. Jangan sampai setelah dari sini justru dia meninggalkan kasus positif covid-19. Kalau menyebar kesini jadi masalah nanti,” sambungnya.

Ditanya soal penyekatan, Maidi belum bisa memastikan. Nantinya akan dilihat dulu peta kerawanannya dan akan dirapatkan dengan forkopimda. Tidak menutup kemungkinan, jika Bakorwil memfasilitasi, pemkot akan mengadakan rapat koordinasi dengan Bupati di sekitar kota. Selain menjalin sinergi juga sebagai ajang koordinasi untuk bersama-sama mengatasi pandemi covid-19.

“Biar tidak saling menyalahkan. Ini yang penting. Karena kalau kota ini semakin padat, yang melanggar prokes banyak, kemudian terjadi klaster, yang dirugikan ya masyarakat. Makanya ini kita antisipasi bersama,” pungkasnya. (imr)

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.