Wednesday , December 11 2019
Home / Nasional / Jelang Nataru, Pertamina Pastikan Pasokan Solar Aman
Solar

Jelang Nataru, Pertamina Pastikan Pasokan Solar Aman

JamanInfo.comPertamina terus memantau ketersediaan dan memastikan BBM bersubsidi jenis solar ke sejumlah Daerah aman. Kondisi itu juga terlihat dari upaya Pertamina meningkatkan pemasokan lebih dari  20 persen.

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region III terus memastikan pasokan Biosolar di wilayah Priangan Timur, yakni Tasikmalaya, Pangandaran, Ciamis, Garut dan Banjar. 

Stok Biosolar di Fuel Terminal (Terminal BBM) Tasikmalaya yang memasok SPBU di wilayah Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran berada dalam kondisi aman. Demikian juga untuk pasokan SPBU di wilayah Garut yang berasal dari Fuel Terminal Bandung Group.

Pertamina bahkan melakukan pemantauan penyaluran solar dari Fuel Terminal hingga ke SPBU selama 24 jam, seiring dengan diaktifkannya Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Nataru) mulai 15 November 2019.

Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR III Dewi Sri Utami mengatakan bahwa Pertamina meningkatkan penyaluran lebih dari 20 persen.

“Sampai hari ini pasokan BBM terutama untuk produk Biosolar aman. Pada Sabtu 16 November, kami sudah meningkatkan penyaluran lebih dari 20 persen dari penyaluran bulan Oktober,” ujar Dewi 

Menurutnya, bagi masyarakat pengguna bahan bakar diesel, Pertamina juga menyediakan varian BBM alternatif untuk kendaraan bermesin diesel yakni Dexlite & Pertamina Dexlite yang tersedia di SPBU, yang memiliki kualitas lebih baik. 

Di area Priangan Timur, terdapat 66 SPBU outlet Dexlite dan 30 SPBU outlet Pertamina Dexlite, salah satunya berada di SPBU 3446103 Jl. RM. Martadinata Cipedes Kota Tasikmalaya. 

Mengatasi Antrean di Merauke

Sementara itu, Pertamina terus mengupayakan mengatasi antrean solar bersubsidi di wilayah Merauke dan berkomitmen untuk terus menyalurkan BBM bersubsidi jenis solar bagi konsumen sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Saat ini telah mulai dilakukan penyaluran solar bersubsidi dengan pengiriman masing-masing sekitar 16 KL per hari ke tiga SPBU reguler yang beroperasi di wilayah Merauke, yakni SPBU Parakomando, SPBU Ahmad Yani dan SPBU Kuper,” kata Unit Manager Communication, Relations & CSR Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua , Brasto Galih Nugroho.

Brasto menyebutkan bahwa langkah penyaluran solar bersubsidi di Merauke tersebut dilakukan untuk mengatasi tingginya permintaan solar bersubsidi di Merauke menjelang Natal dan Tahun Baru 2019.

“Meski dengan realisasi penyaluran yang saat ini telah melebihi kuota, Pertamina tetap berkomitmen untuk tetap melayani konsumen,” jelasnya.

Brasto mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dan membeli BBM sesuai dengan kebutuhan. Hal ini juga perlu dilakukan untuk mengatasi antrian di SPBU serta turut mengawasi penyaluran solar subsidi agar tetap disalurkan tepat sasaran. 

Selain itu, Pertamina juga terus memastikan stok BBM di Fuel Terminal (Terminal Bahan Bakar Minyak) Merauke dalam kondisi aman dan dapat terus ditingkatkan melalui supply dari terminal transit Wayame dan kilang Pertamina. 

“Kami juga telah mengaktifkan satuan tugas Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 untuk memonitor penyaluran BBM,” imbuhnya.

Pertamina menyampaikan apresiasi kepada seluruh lapisan masyarakat, pemangku kepentingan (stakeholders), Pemerintah Daerah, dan aparat berwajib di wilayah Merauke yang telah bersinergi dalam melakukan pengawasan konsumsi solar bersubsidi di wilayah Merauke dan sekitarnya. 

Pertamina berharap agar pengawasan konsumsi solar bersubsidi ini dapat terus dilakukan agar penyaluran dan peruntukan solar bersubsidi tepat sasaran sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014, Jenis BBM Tertentu (JBT) termasuk solar bersubsidi hanya diperuntukkan bagi industri rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi dan pelayanan umum, termasuk juga kendaraan pribadi dengan kapasitas mesin atau CC yang kecil. 

Sementara itu, solar bersubsidi dilarang digunakan oleh sarana transportasi air milik pemerintah, kendaraan berplat merah, dan mobil TNI/Polri, mobil barang untuk pengangkutan hasil kegiatan perkebunan dan pertambangan dengan jumlah roda lebih dari 6 (enam) buah dan mobil pengangkut semen (molen).

Apabila masyarakat memiliki keluhan mengenai ketersediaan BBM dan LPG dapat menghubungi Pertamina melalui Call Center 135. (Pertamina.com)

 

About redaksi

Check Also

Elnusa

Gandeng Schlumberger, Elnusa Perkuat Lini Servis Hulu Migas

JamanInfo.com– PT Elnusa Tbk (Elnusa), perkuat kolaborasi dengan Schlumberger Indonesia (Schlumberger) untuk perkuat lini servis …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *