Jembatan Ambruk, Siswa Belajar di Masjid

by -18 views

Jamaninfo, Jakarta: Jembatan ambruk yang memutuskan jalur Desa Karangharjo dan Desa Tegalharjo Kecamatan Glenmore Banyuwangi pada Kamis (18/11/2021) lalu, membuat proses ngajar mengajar siswa SDN 7 Tegalharjo terpaksa dilakukan di salah satu masjid.

“Untuk sementara mereka melakukan proses ngajar mengajar di masjid  Karang harjo, karna kebetulan sebagian besar siswanya itu berasal dari sisi timur jembatan itu walaupun ada pula yang berasal dari sisi sebrangnya,” kata Kapolsek Glenmore, Banyuwangi, AKP Basori Alwi melalui wawancara Pro3 RRI, Jumat (26/11/2021). 

Basori mengatakan jembatan Baru yang diduga memiliki panjang kurang lebih 25 meter tersebut bukan hanya jembatan alternatif penghubung kedua desa, tetapi merupakan salah satu akses terdekat anak-anak yang ingin pergi ke sekolah setiap harinya. 

“Jembatan ini terbilang aktif digunakan masyarakat setiap harinya, baik masyarakat yang mau bekerja ataupun sekedar lewat beraktifitas dijembatan tersebut,” katanya kembali. 

  

Jembatan yang sudah berdiri dari tahun 2005 ini, belum pernah mengalami masalah serupa. Namun, kejadian tersebut bisa terjadi benar akibat intensitas hujan yang tinggi. 

“Bangunan itu sudah ada sejak 2005 dengan panjang 25 meter dan juga beraspal, namun memang derasnya hujan dan meluapnya air sungai sehingga menggerus sisi bangunan sebelah timur,” jelas Basori. 

Sementara, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan dipasangkan policeline, agar masyarakat tidak bisa mendekat terlalu kepinggir sungai. 

“Pihak-pihak terkait sudah mengupayakan dan membantu terkait dengan pemulihan jembatan dengan membangun jembatan darurat dan memberikan tempat yang layak untuk melakukan proses ngajar mengajar,” jelasnya kembali.

Akibat kejadian ini, banyak masyarakat yang harus melalui jalan alternatif dengan menempuh jarak yang cukup jauh kurang lebih 5 kilometer. 

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.