Jerman: Sanksi Myanmar Memaksa Junta untuk Berunding

by -12 views

Jamaninfo, Berlin: Uni Eropa (UE) menjatuhkan sanksi kepada 10 pejabat Myanmar dan dua perusahaan. Blok tersebut ingin militer Myanmar merundingkan diakhirinya kekerasan, menurut diplomat top Jerman.

Uni Eropa berharap sanksi terbaru terhadap Myanmar akan memaksa junta militer yang berkuasa di negara itu masuk ke meja perundingan, menurut penjelasan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas pada hari Senin (19/4/2021).

Maas berbicara setelah pertemuan virtual dengan rekan-rekannya di Uni Eropa di mana blok tersebut memutuskan untuk menerapkan langkah-langkah baru di negara Asia Tenggara itu.

Keputusan tersebut memengaruhi 10 pejabat dan dua perusahaan yang terkait dengan tindakan keras yang telah menyebabkan lebih dari 700 orang kehilangan nyawa di Myanmar.

“Rezim militer terus melakukan kekerasan dan mengarahkan negara ke jalan buntu. Itulah mengapa kami meningkatkan tekanan untuk membawa militer ke meja perundingan,” kata Maas, seperti dikutip dari Deutshe Welle, Selasa (20/4/2021).

Awal bulan ini, diplomat tertinggi itu memperingatkan kemungkinan adanya perang saudara di Myanmar.

Dalam respons UE paling tegas terhadap penggulingan pemerintah terpilih yang dipimpin peraih Nobel perdamaian Aung San Suu Kyi, UE mengatakan sembilan anggota Dewan Administrasi Negara junta, yang dibentuk sehari setelah kudeta, telah menjadi sasaran pelarangan perjalanan dan pembekuan aset.

Menteri Informasi U Chit Naing juga telah ditambahkan ke daftar sanksi blok tersebut.

Dua perusahaan yang terkena pembekuan aset dan larangan visa adalah Myanmar Economic Corporation (MEC) dan Myanmar Economic Holdings Ltd (MEHL) yang mendominasi sektor-sektor termasuk perdagangan, alkohol, rokok, dan barang-barang konsumen, menurut jurnal resmi Uni Eropa.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…