Kasus LPEI, Kejagung: Ada Agunan Tidak Sesuai

by -14 views

Jamaninfo, Jakarta: Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menemukan adanya agunan yang diberikan debitur tidak sesuai dengan nilai pinjaman. Ketidaksesuaian itu dilakukan tiga debitur yang terbukti melakukan dugaan pelanggaran hukum.

“(Debiturnya) yang macet-cet-cet. Agunannya ada, tanah misal, tapi nilainya cuma berapa. Formalitas ada agunan saja yang dipenuhi,” ucap Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Supardi, kepada RRI, Kamis (14/10/2021).

Indonesia Eximbank memang terus didera masalah kredit macet sejak beberapa tahun lalu. Bahkan mereka sempat mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 5 triliun pada 2020. Lembaga pembiayaan milik pemerintah tersebut tercatat memiliki rasio kredit seret alias non-performing loan (NPL) yang sangat tinggi. 

Pada 2019 saja, NPL LPEI mencapai 23,4% atau senilai Rp 22,87 triliun dengan rasio pencadangan hanya 49%. Pada saat itu, manajemen berdalih bahwa beralasan kinerja ini akibat perekonomian dunia dan Indonesia yang mengalami perlambatan. 

Ketua Dewan Direktur LPEI Daniel James Rompas pada rapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) November 2019 lalu berjanji memperbaiki kualitas pembiayaan dan menurunkan kredit macet.

“Kami proyeksi setiap tahun menurunkan NPL kurang lebih Rp 3 triliun,” kata Daniel, Senin (18/11/2019).

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.