Kasus LPEI, Kejagung Tetapkan Dua Tersangka Lagi

by -12 views

Jamaninfo, Jakarta: Kejaksaan Agung telah menetapkan lagi dua orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak korupsi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Jumlah tersangka kini berjumlah tujuh orang, setelah penetapan lima tersangka pada Kamis (6/1/2022).

Kedua tersangka ialah PSNM selaku Mantan Relationship Lembaga LPEI 2010-2014 dan Mantan Kepala Departemen Pembiayaan UKM 2014-2018, serta DSD Mantan Kepala Divisi Analis Resiko II LPEI periode April 2015-Januari 2019. Keduanya langsung menjalani masa penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung.

“Kasus LPEI diundang 4 saksi, dari saksi tersebut, penyidik Jampidsus menetapkan dua orang sebagai tersangka,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, di Gedung Bundar Jampidsus, Kamis (13/1/2022).

Kejaksaan Agung sebelumnya juga telah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan tindak korupsi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Ada lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini.

Ialah Josef Agus Susanta sebagai Kepala Kantor Wilayah Kakanwil Surakarta 2016,  Suyono sebagai Direktur PT Jasa Mulia Indonesia dan PT Mulia Wallet Indonesia dan PT Borneo Wallet Indonesia. Kemudian Kepala Divisi Pembiayaan UKM 2015-2018, Ferry Sjaifullah, lalu Direktur PT Mount Dreams Indonesia, Johan Darsono. 

Serta yang terakhir Arif Setiawan, yang merupakan Direktur Pelaksana IV atau Komite Pembiayaan. Bahkan juga berperan sebagai pemutus awal sampai dengan akhir grup wallet dan direktur pelaksana III LPEI periode 2016 dan selaku komite pembiayaan atau pemutus grup Johan Darsono.

“Bahwa terhadap kelima tersangka dilakukan penahanan, tiga di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung, dan dua orang di Rutan Salemba Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam konpers, Kamis (6/1/2022).

Dua orang yang ditahan di Rutan Salemba Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, sementara Arif Setiawan, Ferry Sjaifullah, dan Johan Darsono menjalani penahanan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung. Kelimanya menjalani penahanan selama 20 hari ke depan.

“Perhitungan kerugian negara sementara, 2 triliun 600 miliar rupiah, dan saat ini masih dilakukan penghitungan kerugian negara oleh BPK RI,” tutur Leonard.

Penyidikan dugaan tindak pidana korupsi LPEI dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-13/F.2/Fd.2/06/2021 tanggal 24 Juni 2021.

LPEI diduga memberikan fasilitas pembiayaan kepada Group Walet, Group Johan Darsono, Duniatex Group, Group Bara Jaya Utama, Group Arkha, PT Cipta Srigati Lestari, PT Lautan Harmoni Sejahtera, PT Kemilau Harapan Prima, dan PT Kemilau Kemas Timur. Pembiayaan kepada para debitur tersebut sesuai laporan sistem informasi manajemen resiko dalam posisi colektibility 5 (macet) per tanggal 31 Desember 2019.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.