Kazakhstan Darurat, RI Siapkan Rencana Kontinjensi

by -10 views

Jamaninfo, Jakarta : Kekacauan yang terjadi Kazakhstan pada pekan lalu, turut disikapi oleh pemerintah Indonesia guna melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) di sana.

Diketahui setidaknya terdapat 141 WNI yang berdomisili di negara yang terletak di Asia Tengah itu.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha mengatakan, mayoritas WNI berdomisili di Ibu Kota Kazakhstan, Nursultan.

“Berdasarkan catatan KBRI Nursultan ada 141 WNI di kazakthstan, mayoritas tinggal di Nursultan. Kerusuhan terjadi di luar Nursultan utamanya di Almaty,” ujar Judha Nugraha dalam press briefing di Gedung Palapa, Kemlu RI, (13/01/2022), Jakarta.

Judha menjelaskan, WNI dalam kondisi aman namun tetap diimbau untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah kecuali mendesak.

“Agar WNI tetap waspada, berhati-hati, tidak keluar rumah ketika tidak ada kepentingan essential dan selalu menjalin komunikasi. Dan, tidak melibatkan diri dalam kegiatan politik domestik. Dalam pantauan kmi 141 WNI dalam kondisi aman,” kata Judha.

Menurut Judha pihaknya memastikan pemerintah Indonesia telah melakukan rencana kontinjensi jika terjadi eskalasi di Kazakhstan.

“Kita akan selalu memonitor kondisi yang ada dan kita juga sudah membangun rencana kontigensi jika terjadi eskalasi di Kazakhstan,” tegas Judha lagi.

Komunikasi dengan WNI di Kazakhstan terus dilakukan, terutama di tengah suasana berkabung nasional.

“KBRI Nursultan telah memonitor WNI di beberapa titik tersebut dan berkomunikasi bahkan sudah membangun WA grup dan memberikan himbauan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev mengatakan, sebanyak 8.000 demonstran telah ditahan oleh otoritas keamanan.

“Kami menahan sekitar 8.000 orang, dan aparat penegak hukum dan departemen khusus memeriksa keterlibatan mereka dalam tindakan teroris, pembunuhan, penjarahan, dan kejahatan lainnya,” ungkap Presiden Tokayev dalam rapat yang digelar secara daring bersama anggota parlemen, Selasa (11/01/2022) dikutip RRI.co.id, Rabu (12/1/2022).

Tokayev menegaskan penahanan ribuan demonstran tersebut sebagai upaya mengidentifikasi keterlibatan teroris dalam kekacauan yang terpusat di Kota Almaty.

“Kami mencegah ancaman berbahaya bagi keamanan negara sebagai bagian dari misi kontra-teroris. Kami mencoba mengidentifikasi orang-orang yang melakukan kejahatan itu,” imbuhnya.

Kekacauan di Kazakhstan turut menyebabkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai hingga USD 57 juta.

Data Kementerian Kesehatan Kazakhstan menyebut lebih dari 1.300 orang terluka dan 164 orang meninggal dunia termasuk anggota polisi.

Demonstrasi dimulai pada Minggu (2/1/2022) di kota Zhanaozen, pusat minyak dan lokasi bentrokan mematikan antara pengunjuk rasa dan polisi lebih dari 10 tahun yang lalu, setelah diumumkannya harga gas cair naik dari 60 menjadi 120 tenge (USD 0,14 menjadi USD 0,28) per liter mulai 1 Januari 2022.

Kenaikan harga terjadi setelah pemerintah mencabut kontrol harga pada bahan bakar gas cair, dengan alasan kebutuhan untuk meliberalisasi pasar. 

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.