Kebijakan Minyak Goreng Subsidi Dinilai Tepat

by -10 views

Jamaninfo, Jakarta: Dosen Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Andriyono Kilat Adhi menilai upaya yang dilakukan Kementerian Perdagangan dalam menjamin harga minyak goreng menjadi Rp 14.000 per liter sudah tepat.

“Apa yang dilakukan Mendag itu sesuatu yang tepat, jangan sampai gelontoran tersebut dikuasai penikmat,” kata Andriyono kepada Pro3 RRI, Kamis (13/1/2022).

Menurutnya, dengan jaminan tersebut, maka supply di pasaran akan menjadi besar sehingga harga diharapkan turun.

“Supply dari pemerintah akan menurunkan harga minyak goreng di pasaran,” tambahnya. 

Ia juga mengakui kenaikan harga minyak goreng di tanah air disebabkan minyak nabati internasional naik.

“Ini terjadi karena proses supply dan demand, kalau supply menurun maka demand naik, upaya yang dilakukan Kemendag ini sesuatu yang harus dilakukan,” katanya.  

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan meluncurkan program minyak Goreng Rp 14.000 dan holding BUMN pangan ‘ID FOOD’ pada Rabu (12/1/2022).

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan program itu merupakan langkah konkret untuk memenuhi kebutuhan pokok rakyat Indonesia, khususnya minyak goreng.

Lutfi menjelaskan program ‘Migor 14 Ribu’ diharapkan terus mempertahankan penerimaan devisa kelapa sawit yang harganya sangat baik di pasar internasional. Adapun saat ini Kemendag juga melakukan intervensi menggunakan mekanisme Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yaitu menyiapkan 1,2 miliar liter untuk enam bulan pertama pada 2022.

“Saya jamin harga minyak goreng akan berada di Rp 14 ribu per liter,” tegas Mendag.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.