Kejagung Periksa 11 Saksi Dugaan Korupsi Satelit

by -20 views

Jamaninfo Jakarta: Tim Penyidik pada Jaksa Agung Muda tindak Pidana Khusus (JAMPidsus) Kejaksaan Agung  berupaya mengungkap kasus dugaan korupsi proyek pengadaan satelit di Kementerian Pertahanan (Kemhan) tahun 2015-2021 dengan nilai kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 500 miliar.

Jaksa Agung Muda tindak Pidana Khusus (JAMPidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah  mengatakan, pihaknya telah memeriksa 11 orang saksi terkait kasus tersebut.

“Kami sudah memeriksa beberapa pihak baik dari pihak swasta ataupun rekanan pelaksana maupun dari beberapa orang di Kementerian Pertahanan, jumlah yang diperiksa ada 11 orang. “ucap Febrie  saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jumat, (14/1/2022). 

Dijelaskannya  pemeriksaan terhadap saksi masih terus dilakukan untuk akan mencari bukti bukti yang menguatkan.

“Ada beberapa dokumen yang telah diperoleh penyidik terkait unsur kerugian negara,” jelasnya.

Dikatakannya, penelusuran barang bukti ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Selain itu juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti auditor dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Tentunya jaksa tidak ceroboh, ini juga sudah dilakukan diskusi dengan rekan-rekan auditor,” katanya.

Febrie mengungkapkan  proses penyidikan kasus ini sudah seminggu berlangsung. Bahkan kasus ini menjadi perkara prioritas Kejaksaan Agung.

“Penyidik  sudah melakukan  ekspose, alat bukti yang ditemukan sudah cukup untuk penyidikan. Jadi kita sudah lakukan penyidikan dan ini jadi prioritas penyelesaian bagi kita,” ujarnya.

Menyinggung pemeriksaan mantan menteri saat proyek satelit tersebut terjadi, Febrie menyatakan pihaknya bekerja sangat profesional.

“Saya rasa jaksa penyidik kita profesional. Kita tidak melihat dalam kapasitas jabatan, kita tidak melihat posisinya tapi bagi orang-orang yang perlu dimintai keterangan dalam penyidikan dan itu korelasimya untuk pembuktian maka akan kita lakukan pemeriksaan,” tandasnya.

Diketahui, proyek satelit Kemhan itu terjadi pada 2015, yang kala itu Kemhan dipimpin Ryamizard Ryacudu. Proyek itu berkaitan dengan pengelolaan satelit untuk slot orbit 123 derajat Bujur Timur. (imr)

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.