Kemen PPPA Sayangkan Perdagangan Orang di Apartemen

by -12 views

Jamaninfo, Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan peninjauan lokasi tindak pidana perdagangan anak yang kerap terjadi di lingkungan Apartemen. 

Deputi Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA, Nahar sangat menyayangkan tindak perdagangan anak terjadi secara berulang. 

“Semua pihak menyayangkan adanya oknum-oknum yang menjadikan Apartemen sebagai lokasi tindak pidana perdagangan anak, yang secara tidak langsung menimbulkan ketidaknyamanan pengelola dan para penghuni tetap,” ujar Nahar dalam keterangan yang diterima RRI.co.id, Kamis (25/11/2021).

Peninjauan lokasi tersebut ditindaklanjuti dengan pertemuan terbatas untuk membahas tindak lanjut penanganan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) bersama pihak terkait.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut, Komisioner KPAI Ai Maryati Solihah, Pemerintah Daerah DKI, UPTD P2TP2A DKI, Polresta Jakarta Selatan bersama Badan Pengelola salah satu Hunian Modern (Apartemen) di wilayah Jakarta. 

Dalam kesempatan itu, Nahar juga mengapresiasi salah satu Badan Pengelola Apartemen di Jakarta Selatan yang telah melakukan beberapa upaya pencegahan kasus perdagangan anak (prostitusi anak) melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tata tertib penyewaan unit. 

“Terutama larangan sewa harian yang diduga menjadi celah penyewaan atas para pelaku TPPO,” ungkap Nahar. 

Upaya selanjutnya, dilakukan penandatanganan pakta integritas bagi agent unit sewa. Serta mengedukasi para agent unit sewa terkait keamanan dan kenyamanan unit untuk mencegah kasus-kasus TPPO/prostitusi. 

Sebagai langkah pencegahan, Kemen PPPA menghimbau seluruh keluarga Indonesia agar pro aktif melindungi anak-anak mereka dan meningkatkan pengasuhan positif bagi anak. 

“Kepada seluruh pihak untuk memperkuat literasi digital dan menemukenali bentuk-bentuk TPPO serta eksploitasi, agar dapat melaporkan dan menghindari TPPO berbasis digital/cyber crime,” pintanya. 

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.