Kemendikbud Tetap ‘Pede’ PTM Indonesia Optimal

by -16 views

Jamaninfo, Jakarta: Pemerintah mengaku percaya diri untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM), meski di sejumlah negara sekolah tatap muka tidak berjalan optimal. 

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jumeri mengatakan, PTM Terbatas didorong seiring berjalannya vaksinasi guru dan tenaga kependidikan yang ditargetkan rampung Juni 2021.

Jumeri pun mengaku optimis, Indonesia dapat melaksanakan PTM Terbatas dengan baik. Meskipun sejumlah negara yang lebih maju dalam pengelolaan pendidikan dan penanganan pandemi terbilang gagal ketika menggelar sekolah tatap muka.

“Kenapa Kemendikbud pede (percaya diri, red), kok berani-beraninya mengumumkan menginisasi tatap muka. Dengan kondisi pembelajaran kita saat ini, orang sering mengatakan Kemendikbud gagal Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” kata Jumeri dalam Bincang Pendidikan dan kebudayaan secara virtual, Kamis (8/4/2021).

Menurut Jumeri, salah satu indikator kegagalannya adalah munculnya banyak kasus baru atau klaster komunitas yang sumber penularannya berasal dari sekolah yang dibuka tersebut.

Selain itu, lanjut Jumeri, keberanian Kemendikbud juga dilandasi oleh penyelenggaran PJJ yang tidak maksimal. Menurut Jumeri, terjadi kesenjangan akses pendidikan selama PJJ yang telah berlangsung lebih dari satu tahun terakhir.

“Kita melihat kesenjangan sangat tinggi antara kelompok yang punya fasilitas dan tidak punya fasilitas, terjadi jurang , itu realitas,” ujarnya. 

Pihaknya tidak ingin warga pendidikan khususnya peserta didik terus menerus terjebak dalam jurang kegagalan proses belajar mengajar. Meskipun berbagai persiapan pembelajaran di tengah kondisi pandemi telah dirancang agar lebih maksimal.

“Makanya ada opsi mengambil jalan tengah (PJJ dan PTM). Masing-masing daerah punya kepala sekolah, anak-anak punya masing-masing orang tua yang punya kesempatan untuk memilih (PJJ atau PTM),” kata dia.

Pilihan yang tersedia itulah yang nantinya menjadi penentu terselenggaranya pendidikan saat PTM Terbatas diterapkan.  

“Orang tua lah yang menganalisis kesiapan anak-anaknya untuk ke sekolah. Guru dan orang tua kita edukasi agar siap. Dan setelah vaksinasi, ada proses yang lebih baik dalam menyiapkan PTM,” ujarnya

Adapun empat negara yang telah telah melangsungkan PTM adalah India, Malaysia, Belgia dan Inggris. Keempatnya terbilang gagal menjalankan PTM sebab muncul potensi kasus penularan Covid-19 akibat longgarnya aturan dan sulitnya mengawasi penerapan protokol kesehatan selama sekolah tatap muka berlangsung. 

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…