Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Pelaksanaan Vaksinasi Booster

by -9 views

Jamaninfo, Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes), melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada dinas kesehatan provinsi, kabupaten, dan direktur rumah sakit di Indonesia untuk melaksanakan vaksinasi booster atau dosis ketiga.

Surat Edaran tersebut bernomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster).

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, berdasarkan hasil studi menunjukkan telah terjadi penurunan antibodi pada 6 bulan setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap.

Sehingga, dibutuhkan pemberian dosis atau booster untuk meningkatkan proteksi individu terutama pada kelompok masyarakat rentan.

Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) juga menganjurkan, pemberian vaksinasi booster untuk memperbaiki efektivitas vaksin yang telah menurun.

“Vaksinasi booster adalah vaksinasi COVID-19 setelah seseorang mendapat vaksinasi primer dosis Lengkap yang ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan,” katanya dalam siaran pers yang diterima, Kamis (13/1/2022).

Vaksinasi booster diselenggarakan Pemerintah, dengan sasaran masyarakat usia 18 tahun ke atas dengan prioritas kepada kelompok lansia dan penderita imunokompromais.

Pelaksanaan vaksinasi booster bagi sasaran lansia, dapat dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota. Sementara non lansia dilaksanakan di kabupaten/kota yang sudah mencapai cakupan dosis 1 total minimal 70% dan cakupan dosis 1 lansia minimal 60%.

Calon penerima vaksin dapat menunjukkan NIK dengan membawa KTP/KK. Selain itu, bisa juga mendaftar melalui aplikasi PeduliLindungi.

Sementara itu, penerima vaksinasi booster berusia 18 tahun baru dapat divaksin booster setelah 6 bulan ke atas setelah mendapatkan vaksin dosis lengkap.

Vaksinasi booster dilakukan melalui dua mekanisme yaitu mekanisme Homolog, pemberian vaksin booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya. 

Sementara itu, mekanisme Heterolog, pemberian vaksin booster dengan menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.

Jenis vaksin yang digunakan antara lain, untuk sasaran dengan dosis primer Sinovac maka diberikan vaksin AstraZeneca, separuh dosis (0.25 ml), atau vaksin Pfizer, separuh dosis (0.15 ml).

Untuk sasaran dengan dosis primer AstraZeneca maka diberikan vaksin Moderna separuh dosis (0.25 ml), atau vaksin Pfizer, separuh dosis(0.15 ml).

Penyuntikan dilakukan secara intramuskular di lengan atas. Penyuntikan half dose dilakukan dengan menggunakan jarum suntik sekali pakai 0.3 ml yang telah diberikan tanda ukuran dosis 0.15 ml dan 0.25 ml. Bagi daerah yang belum menerima jarum suntik sekali pakai ini, maka dapat memanfaatkan yang tersedia.

Bagi ibu hamil, penggunaan vaksin mengacu pada Surat Edaran nomor HK.02.01/1/2007/2021 tentang Vaksinasi COVID-19 bagi Ibu Hamil dan penyesuaian skrining dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Pelaksanaan kegiatan vaksinasi booster dapat dilakukan di Puskesmas, rumah sakit milik pemerintah dan pemerintah daerah maupun pos pelayanan vaksinasi yang dikoordinasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten/Kota.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.