Kenaikan Tarif KRL Dinilai Belum Tepat

by -10 views

Jamaninfo, Jakarta: Rencana kenaikan tarif KRL Commuter Line (KCI) Jabodetabek Rp 2.000 dinilai belum tepat. Pasalnya menurut humas KRL Mania, Nenden Resti selama dua tahun Indonesia dilanda pandemi Covid-19 banyak penumpang KRL yang terdampak.

“Selama dua tahun ini banyak penumpang KRL terdampak dan ada yang penghasilannya berkurang, ada yang kehilangan pekerjaan, jadi waktunya tidak tepat,” kata Nenden kepada Pro3 RRI, Kamis (13/1/2022). 

Selain itu, lanjutnya, di tahun 2020, KCI juga telah memperoleh laba bersih senilai Rp 77 miliar, meskipun turun dari tahun sebelumnya. 

“KCI ini kan juga dapat dana dari pemerintah, subsidi itu adalah dukungan pemerintah,” ujarnya.

Ia menyebut hal ini harus dilihat sebagai apresiasi pengguna yang rela naik transportasi publik untuk mengurangi pencemaran udara. 

“Sedangkan kalau tiket KRL naik, kondisi sekarang aja harga kebutuhan pokok banyak naik,” tukasnya.

Sebelumnya, Kasubdit Penataan dan Pengembangan Jaringan DJKA Kemenhub Arif Anwar menjelaskan bahwa, harga tiket KRL Commuter Line Jabodetabek untuk 25 kilometer (km) pertama menjadi Rp 5.000 dari tarif semula Rp 3.000 untuk 25 km pertama, atau naik sebanyak Rp 2.000.

Sedangkan untuk tarif 10 km selanjutnya, diusulkan sama, yakni Rp 1.000 per orang.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.