Kepala BKF: Pemulihan Ekonomi Bisa Lebih Cepat

by -18 views

Jamaninfo, Jakarta: Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro dinilai efektif mengurangi kasus positif Covid 19, sehingga memberi harapan percepatan pemulihan ekonomi Indonesia di tahun 2021.

“Masyarakat sangat disiplin dalam mematuhi PPKM mikro dan protokol kesehatan, sehingga menghasilkan performa yang sangat baik, baik dari sisi kasus Covid-19 yang grafiknya mulai melandai serta dukungan vaksinasi,” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu saat menyampaikan update makro ekonomi Indonesia 2021, Kamis (8/4/2021).

Dari sisi vaksinasi, Febrio mengungkap data bahwa Indonesia bahkan berada di peringkat ke-8 dari 10 negara yang paling cepat vaksinasinya seperti AS, Cina, India Inggris, Turki, Jerman,  Prancis dan Rusia.

Terkendalinya pandemi, lanjut Febrio, sangat menentukan cepat tidaknya pemulihan ekonomi. Ia mengatakan, pemulihan ekonomi Indonesia sudah terlihat sejak kuartal III tahun 2020 dan terus berlanjut hingga saat ini.

“Sejumlah indikator ekonomi, seperti konsumsi rumah tangga, ekspor impor dan indeks industri manufaktur mengalami peningkatan. Sehingga kita optimis di tahun 2021, meski masih dalam situasi ketidakpastian, pemulihan ekonomi akan meningkat signifikan,” tukas Febrio optimis.

Pada bulan Maret 2021, Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia meningkat di level 53,2 dari PMI bulan sebelumnya yang berada di level 50,9. PMI bulan Maret 2021 tercatat sebagai PMI tertinggi sepanjang 10 tahun terakhir.

“Kita masih tetap mematok pertumbuhan ekonomi tahun 2021 di kisaran 4,5-5,3 persen,” tegas Febrio.

Optimisme  pemerintah bahwa pemulihan ekonomi tahun ini bisa lebih cepat, sejalan dengan harapan para pelaku usaha atau sektor riil.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan / sektor riil sudah mulai merasakan adanya pemulihan sejak bulan Januari 2021.

“Hasil survei yang dilakukan internal Apindo,  menunjukkan mayoritas responden dari berbagai sektor usaha memperkirakan omzet usahanya akan pulih di tahun 2021 dan meningkat antara 25 hingga 50 persen,” ujar Hariyadi dalam acara yang sama.

Meski masih ada pelaku usaha yang belum puas dengan berbagai stimulus ekonomi pemerintah, Hariyadi mengatakan,  70 persen pelaku usaha telah memanfaatkan stimulus yang diberikan pemerintah berupa insentif pajak.

“Walaupun dari sisi biaya perusahaan masih tinggi, karena omzet pelaku usaha juga masih menyusut. Karenanya para pelaku usaha masih berharap pada restrukturisasi kredit perbankan agar perusahaannya dapat bertahan,” pungkas Hariyadi.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…