Ketahui Perbedaan Metode Pemberian Booster Vaksin

by -10 views

Jamaninfo, Jakarta: Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa pemberian booster vaksin akan berbeda dari vaksin yang telah diberikan sebelumnya. 

Hal tersebut dilakukan tergantung si penerima seblumnya telah diberikan vaksin dengan dosis vaksin jenis apa. 

“Jadi vaksin yang kita berikan ini adalah metode heterologus yakni jenis vaksin ketiga akan berbeda dengan vaksin yang diterima pada saat pertama dan kedua,” ujar Nadia melalui wawancara Pro3RRI, Kamis (13/1/2022).   

Nadia mengatakan bahwa sebagian besar masyarakat yang mungkin sudah mendapatkan vaksin lebih dari 6 bulan ini yang mendapatkan sinovac akan menggunakan vaksin Pfizer ataupun astrazeneca sendiri.

“Namun yang awalnya mendapat vaksin astrazeneca bisa mendapatkan vaksin moderna dan dosis yang diberikan cukup setengah dari dosis yang pertama dan kedua,”  katanya. 

Ia juga menjelaskan bahwa pada kajian ilmiah didapatkan data bahwa pemberian vaksin booster cukup diberikan setengah dosis saja. 

“Tetapi sampai saat ini belum ada arahan sejauh mana dosis booster ini akan bertahan,” jelas Nadia.  

Nadia mengira bahwa target booster vaksin ini akan mencapai hingga Desember 2022 mendatang mengingat harus ada jangka waktu dari vaksin sebelumnya. 

Diketahui bahwa Pemerintah telah memulai program vaksinasi booster pada Rabu (12/1/2022) kemarin. Vaksin Covid-19 dosis ketiga ini diberikan secara gratis untuk seluruh masyarakat Indonesia dan lebih difokuskan kepada lansia.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.